Aksi Solidaritas, Anak-anak Korban Penggusuran Pasar Griya Baca Puisi


ANAK korban penggusuran Pasar Griya membaca puisi pada aksi solidaritas di Bundaran Tugu Adipura, Bandar Lampung, Jumat petang, 10/8/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Puluhan korban penggusuran Pasar Griya menggelar aksi solidaritas di kawasan Bundaran Tugu Adipura, Enggal, Kota Bandar Lampung, Jumat petang, 10/8/2018. Dalam aksi tersebut, mereka didampingi beberapa aktivis dan LBH Bandar Lampung.

Pantauan duajurai.co, pada aksi itu, dua anak korban penggusuran bernama Siti Alia dan Serli Pramita membacakan puisi secara bersamaan. Puisi yang mereka bawa mengkritisi kebijakan pemerintah setempat.

“Aku ingin sekolah, namun kata ibuku buku-buku itu mahal. Aku ingin sekolah, kata ayahku untuk makan saja susah, apalagi untuk sekolah. Hai pemerintah dengarlah jeritanku. Aku ingin sekolah,” demikian potongan puisi yang mereka bacakan.

Sementara itu, sejumlah aktivis tampak menyodorkan kotak amal solidaritas. Mereka meminta sumbangan dari pengendara secara sukarela. Beberapa kepolisian tampak mengatur lalu lintas agar tertib.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda dari puing-puing.(*)

Baca juga Tinggal di Tenda Darurat, Anak Korban Penggusuran Pasar Griya Tetap Sekolah

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Bandar Lampung Hujan Lebat Disertai Petir Siang Tadi, Ini Penjelasan BMKG

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hujan lebat disertai petir melanda wilayah Bandar Lampung, Senin siang, 10/12/2018. Menurut Badan Meteorologi, …