Diundang Warga Lampung Utara, Andi Surya Jelaskan Status Lahan Bantaran Rel KA


ANGGOTA DPD RI Andi Surya (pakai peci) saat bertemu warga Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Kamis, 9/8/2018. | Tim Andi Surya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota DPD RI Andi Surya memenuhi undangan warga Desa Ketapang, Kecamatan Sungkai Selatan, Kabupaten Lampung Utara, Provinsi Lampung, Kamis, 9/8/2018. Di hadapan warga, Andi menjelaskan status lahan di bantaran rel kereta api (KA).

Pada pertemuan itu, Andi mengatakan bahwa warga tidak perlu merasa khawatir. Sebab, groundkaart (peta tanah) itu cuma kartu yang berisi seperti gambar situasi yang dibuat penjajah Belanda. Groundkaart tidak masuk dalam sistem hukum nasional. Sebab, saat konversi hak-hak barat ke dalam hukum nasional yang diakomodasi cuma tiga, yaitu hak eigendom, hak erpacht, dan hak opstal.

“Dengan demikian, groundkaart bukan merupakan alas hak atau status hak. Karena itu, warga bantaran rel KA memiliki kesempatan yang sangat kuat untuk memperoleh haknya sebagai warga negara sesuai UU 5/1960 tentang Peraturan Dasar Pokok-Pokok Agraria,” kata Andi melalui keterangan tertulisnya.

Selain itu, lanjut dia, sesuai UU Perkeretaapian, lahan negara yang dikuasai Kementerian Perhubungan berjarak sekitar enam meter kiri dan kanan dari rel terluar KA. Lahan itu lah yang dioperasionalkan PT Kereta Api Indonesia (KAI).

Jadi, sesungguhnya rel dan lahan sejumlah 12 meter itu milik Kementerian Perhubungan. PT KAI hanya mengoperasionalkan rel dan lahan tersebut. Kekuasaan PT KAI hanya sebatas kepemilikan gerbong dan lokomotif kereta api.

“Atas dasar itu, jika ada petugas PT KAI memungut sewa tanah atau memasang patok lahan, warga berkewajiban untuk menegur dan mempertanyakan dasar penyewaan, atau pematokan lahan,” ujarnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ada Lempeng Indo-Australia dan Sesar Semangko, BMKG Sebut Lampung Rawan Gempa

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan, wilayah Lampung merupakan daerah …