Panduan Lengkap Tata Cara Pengelolaan Hewan Kurban


KETUA ISPI Lampung yang juga Ketua PCNU Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo | duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sekira dua pekan lagi umat Islam akan merayakan Hari Raya Idul Adha 1439 Hijriah. Dalam momen tersebut akan dilakukan pemotongan hewan kurban.

Dalam kaitan itu, Dinas Pertanian Kota Bandar Lampung bekerjasama dengan Ikatan Sarjana Peternakan Indonesia (ISPI) Cabang Lampung dan PCNU Kota Bandar Lampung memberikan sosialiasi tentang pengelolaam hewan kurban yang baik.

“Lewat sosialisasi ini kami berharap pemotongan hewan kurban berlangsung dengan baik dan benar sesuai sariat, serta tetap berkualitas,” kata Ketua ISPI Lampung yang juga Ketua PCNU Bandar Lampung Ichwan Adji Wibowo dalam rilisnya kepada duajurai.co, Sabtu, 4/8/2018.

Berikut tata cara lengkap pengelolaan hewan kurban dimaksud.

Sebelum pemotongan

  1. Hewan ditampung di tempat yang teduh, cukup air minum, tenang.
  2. Hewan dipuasakan makan setidaknya 12 jam sebelum dipotong.
  3. Hewan diperiksa kesehatannya oleh petugas berwenang.

Proses pemotongan

  1. Tempat pemotongan terpisah secara visual dengan tempat penampungan hewan kurban, disediakan lubang penampung darah ukuran minimum 50x50x50 cm per ekor sapi.
  2. Sapi disembelih di bagian leher belakang jakun, +8 cm di belakang lengkung rahang bawah, dengan memotong putus tenggorokan, kerongkongan dan 2 arteri carotis.
  3. Penyempurnaan pemotongan dilakukan segera sesudah hewan benar-benar mati otak, ditandai dengan hilangnya refleks pupil dan refleks kelopak mata.

Penanganan daging kurban

  1. Personel yang terlibat dalam penanganan hewan-daging kurban harus sehat, mengenakan pakaian yang bersih, tidak bekerja sambil merokok/bercakap-cakap.
  2. Penanganan daging kurban hendaknya menggunakan prinsip 3 bersih: bersih petugas, bersih sarana, bersih proses/hasil kerja.
    a. Bersih petugas: bersih badan, bersih pakaian, tidak sedang sakit, tidak ada luka.
    b. Bersih sarana: bersih pisau–pengasah pisau, talenan, lantai/terpal alas daging, wadah pengemas daging. Pisau untuk jeroan tidak digunakan untuk memotong daging.
    c. Bersih proses–hasil kerja: tidak merokok, tidak bercakap-cakap saat menanganai daging, cuci tangan dengan sabun setiap selesai dari toilet, batuk/bersin tidak dihadapkan ke arah daging, menjaga kebersihan terpal/lantai tempat daging.
  3. Dilakukan pemeriksaan pascamerta terutama terhadap paru-paru, hati, limpa dan usus. Bagian yang berpenyakit/tidak layak konsumsi disingkirkan.
  4. Penanganan daging/tulang terpisah dari penanganan jeroan.
  5. Jeroan merah ditangani terpisah dari jeroan hijau. Jeroan hijau dibersihkan dengan air bersih mengalir, bukan dicuci di sungai.
  6. Daging dikemas dalam plastik bersih transparan. Jeroan dikemas terpisah dari daging.
  7. Daging jika tidak disimpan di lemari pendingin (freezer) atau dibiarkan dalam suhu ruang, maka harus segera diolah/dimasak paling lama 6 jam.

Imbauan

  1. Seluruh masyarakat muslim yang hendak berkurban agar membeli hewan kurban yang telah diperiksa laik sehat oleh petugas berwenang.
  2. Pengurus masjid di Kota Bandar Lampung yang membutihkan narasumber atau pemateri untuk sosialisasi penyelenggaran pemotongan kurban kepada jemaah silakan berkoordinasi dengan Dinas Pertanian Kota. Selama waktu dan kesempatannya memungkinkan kami siap membantu.(*)

 


Komentar

Komentar

Check Also

Pemred duajurai.co Juwendra Jadi Panelis Fit and Proper Test Balon Walikota PKS

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemimpin Redaksi (Pemred) duajurai.co Juwendra Asdiansyah menjadi salah satu panelis fit …