OPINI ANDI SURYA: Kopertis Jadi L2 Dikti, Apa Manfaatnya untuk PTS/PTN?


Andi Surya

  • Ketua Asosiasi Badan Penyelenggara Perguruan Tinggi Swasta (ABP-PTSI) Lampung
  • Anggota DPD RI asal Lampung

MENTERI Riset dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) sepuluh hari lalu melantik perangkat Koordinasi Perguruan Tinggi Swasta (Kopertis) se-Indonesia menjadi Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (L2 DIKTI). Hal ini sesuai amanat Undnag Undang Pendidikan Nasional di mana lembaga Kopertis berubah bentuk menjadi L2 DIKTI.

Tidak hanya melayani PTS, L2 Dikti juga mengurusi PTN (perguruan tinggi negeri). Karenanya, dalam hal tertentu PTN tidak lagi berhubungan dengan Ditjen Dikti di Jakarta tetapi tunduk dan berkoordinasi dengan L2 Dikti di daerah-daerah.

Pertanyaannya sekarang adalah apakah manfaat adanya L2 DIKTI bagi PTS/PTN?

Benar bahwa L2 DIKTI juga melayani PTN, selain PTS. Namun, yang lebih penting bagaimana L2 DIKTI dapat memainkan perannya sebagai pengelola kebijakan pendidikan tinggi di daerah.

Peran dimaksud misalnya, ketika PTS-PTS kesulitan bersanding dengan PTN, maka L2 DIKTI seharusnya ada untuk menciptakan harmoni. Harus diakui, persaingan antara PTN dan PTS itu  memang ada.

Dalam persandingan PTS dan PTN, yang selalu menjadi korban adalah PTS. Sebagai contoh, ketika ada PTN baru berdiri dengan fasilitas fisik/nonfisik yang bersumber dari anggaran pemerintah, dalam penerimaan mahasiswa baru sama sekali tidak ada kebijakan pembatasan atau kuota jumlah mahasiswa yang diterima setiap program studi.

Kami bahkan melihat ada PTN baru yang berperilaku seperti pukat harimau. Berapa banyak kemudian program studi di PTS terganggu akibat kekurangan mahasiswa gara-gara hampir seluruh potensi mahasiswa baru diraup oleh PTN.

Kebijakan anggaran di mana PTN sepenuhnya dibiayai APBN juga dirasakan sebagai bentuk ketidakadilan oleh PTS. Bukankah PTS ada karena pemerintah tidak mampu sepenuhnya melakukan pemerataan pendidikan tinggi.

Pihak swasta telah diberi kesempatan untuk berpartisipasi memeratakan pendidikan tinggi sejak zaman kemerdekaan. Orang-orang swasta yang memiliki visi pendidikan dulu berjuang dengan keras agar PTS bisa berdiri dan tegak melayani kebutuhan pendidikan tinggi di republik ini dengan segala risikonya.

Karena itu, sudah seharusnya anggaran pembinaan pendidikan tinggi bisa lebih adil untuk seluruh segmen lembaga pendidikan tinggi.

Kami berharap hadirnya L2 DIKTI sebagai metamorfosis Kopertis akan memberi dampak baik kepada PTS dan PTN. Setidaknya mampu menghilangkan dikotomi PTN dan PTS.

Khusus Lampung, saya mengimbau L2 DIKTI dapat memberi harapan terhadap perbaikan kebijakan pendidikan tinggi. Salah satunya dengan penetapan kuota mahasiswa PTN, kebijakan rasio dosen, dan keadilan anggaran.

Selain itu, mengawasi perilaku pemerintah daerah dalam hal mengayomi PTN dan PTS. Selama ini terkesan sebagian pemda di Lampung kurang serius dan kurang adil melakukan pembinaan kepada PTS dan PTN.

Realitanya, masih ada ketidakadilan dalam hal alokasi APBD kepada PTN dan PTS. Ada PTN yang diberi bantuan anggaran hingga puluhan miliar rupiah, baik untuk sarana fisik maupun nonfisik, termasuk hibah lahan yang tidak semestinya.

Itu dasarnya apa? Dalam Undang-Undang Sisdiknas disebutkan, tidak ada perbedaan atau dikotomi PTN/PTS. Maka, seharusnya hibah atau bantuan pemda bisa mengalir secara lebih bijaksana sesuai UU Sisdiknas.

Yang lebih membuat PTS mengurut dada, ada fakta yang saya peroleh dari rekan-rekan pengelola PTS, sebagian PTS kesulitan melakukan kerjasama dalam bentuk MoU Tridarma Perguruan Tinggi dengan sejumlah pemda di Lampung. Saya tengarai ada beberapa kepala daerah yang kurang memahami keberadaan dan fungsi PTS sehingga cenderung melupakan pentingnya pembinaan terhadap PTS-PTS di daerah.

Untuk itu lah kami berharap L2 DIKTI yang baru hadir dapat memainkan perannya sebagai pengayom dan pembina semua pihak, PTN dan PTS. Selain itu, dapat memberi pertimbangan dan pengawasan atas kebijakan pemda terhadap perguruan tinggi di daerahnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Jalan Pertamina Menuju Perusahaan Kelas Dunia

DR H ANDI DESFIANDI SE MA | Ketua Bravo 5 Lampung, Ketua Yayasan Alfian Husin, mantan …