Tinggal di Tenda Darurat, Anak Korban Penggusuran Pasar Griya Tetap Sekolah


ANAK korban penggusuran berteduh dari panas di lokasi eks Pasar Griya yang telah rata dengan tanah, Sukarame, Bandar Lampung, Selasa, 31/7/2018. | M Renaldy/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sejumlah anak warga eks Pasar Griya yang bertahan di lokasi penggusuran tetap masuk sekolah. Semangat mereka bersekolah tak mengendur kendati tinggal di tenda darurat yang terbuat dari puing-puing.

“Semenjak digusur itu sekolah terus, enggak pernah bolos. Kan sekolahnya dekat dari sini (lokasi penggusuran). Kalau peralatan sekolah ada, hanya peralatan Pramuka yang tertimbun bangunan,” kata Hanifa Alifiya (11), salah satu anak korban penggusuran yang duduk di kelas VI SD, Selasa, 31/7/2018.

Tak hanya Hanifa, adiknya yang bernama Ja’aka Alhaq (6) juga bersekolah. Siswa kelas satu sekolah dasar itu tetap menuntut ilmu walau tak punya tempat tinggal. “Iya, saya sekolah terus,” ujarnya.

Menurut Nur Asiyah (43), orang tua Hanifah dan Ja’aka, dirinya selalu menyuruh anak-anaknya tetap masuk sekolah. “Walaupun tidur di tenda seperti ini, tapi tetap sekolah nomor satu,” kata dia.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda dari puing-puing.(*)

Baca juga Air Rusun Ketapang Bagi Korban Penggusuran Pasar Griya Kurang Bersih

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Ribuan Orang Ikuti Jalan Sehat Sarungan di Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ribuan orang mengikuti Jalan Sehat Sarungan (JSS) di Lapangan Korpri, kompleks Kantor Gubernur …