Air Rusun Ketapang Bagi Korban Penggusuran Pasar Griya Kurang Bersih


Fahroji Hasan, pengelola rusun di Ketapang. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menyiapkan rumah susun (rusun) bagi korban penggusuran Pasar Griya di Jalan Ki Agus Anang, Kelurahan Ketapang, Kecamatan Panjang. Namun, air di rusun tersebut kurang bersih, sehingga banyak penghuni rusun tidak mengonsumsinya.

“Air di sini kurang bagus. Namanya sumur bor banyak zat kapurnya. Untuk minum, para penghuni membeli air di luar. Kami sudah mengajukan subsidi air bersih kepada wali kota. Selain itu, banyak penghuni rusun mengeluhkan plafon yang bocor,” kata Fahroji Hasan, pengelola rusun, di tempat kerjanya, kemarin.

Dia mengatakan, pihaknya tidak memberikan batasan waktu kepada warga yang tinggal di rusun. Namun, pemerintah setempat mewajibkan para penghuni untuk melapor secara administrasi kepada pengelola rusun setiap tahun.

“Warga yang masih ingin tinggal di rusun harus membarui (data). Tapi, ada salah satu penghuni yang tak ada kabar selama enam bulan. Kamarnya tak pernah dihuni. Barangnya banyak, seolah menitipkan barang. Ya dengan terpaksa kami keluarkan (barangnya),” ujar Fahroji.

Pemkot Bandar Lampung menggusur Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, secara bertahap. Pascapenggusuran, para warga terlunta-lunta. Beberapa dari mereka menumpang di Kantor LBH Bandar Lampung. Beberapa lagi bertahan di lokasi penggusuran dengan menumpang di musala dan mendirikan tenda dari puing-puing.(*)

Baca juga Anak Korban Penggusuran Pasar Griya Tak Sekolah 2 Minggu

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …