Satu-satunya di Lampung, Prodi Kewirausahaan Umitra Indonesia Tumbuhkan Pengusaha Muda


MAHASISWA Prodi Kewirausahaan Umitra Indonesia | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Universitas Mitra Indonesia terus mengembangkan sayap setelah sukses bermetamorfosis dari sebelumnya Universitas Mitra Lampung. Pada tahun ajaran 2018/2019 ini, kampus di bilangan Jalan ZA Pagaralam, Bandar Lampung tersebut meluncurkan progam studi (prodi) kewirausahaan.

Ketua Yayasan Universitas Mitra Indonesia Andi Surya mengatakan, pihaknya terpanggil untuk membuka program studi yang berbasis entrepreneurship. Keseriusan membuka program studi kewirausahaan ini untuk mengakselerasi munculnya pengusaha-pengusaha muda yang tangguh.

“Pertumbuhan ekonomi Lampung yang semakin membaik dari tahun ke tahun memerlukan pelaku-pelaku bisnis baru yang memiliki sandaran akademik yang kuat,” kata Andi Surya dalam rilisnya kepada duajurai.co, Kamis, 26/7/2018.

Ia menerangkan, komposisi pengusaha di negara-negara dunia berbeda satu dengan lainnya. Di RRT (Cina), jumlah pengusahanya 10% dari total penduduk. Singapura dengan angka 7% merupakan yang tertinggi di ASEAN. Malaysia mencapai 5%. Sementara Amerika Serikat yang notabene negara maju mencapai 12%.

Bagaimana Indonesia? Pengusaha di Tanah Air, kata Andi, baru mencapai 3,1% dari total penduduk. Komposisi ini sudah melewati angka kritis 2% walaupun masih lebih rendah dibanding negara-negara tetangga di Asia.

“Melihat angka-angka pertumbuhan itu, kita prihatin karena secara persentase Indonesia masih kekurangan entrepreneur yang andal,” bebernya.

Prodi kewirausahaan di Umitra Indonesia, kata Andi, merupakan pilihan tepat menjawab kebutuhan entrepreneur andal tersebut. Apalagi, kampus ini merupakan satu-satunya perguruan tinggi swasta di Lampung yang menyelenggarakannya.

“Prodi ini cocok bagi calon mahasiswa yang ingin menjadi entrepreneur sukses. Sangat tepat untuk anak muda yang kreatif, kaya ide, penyuka tantangan dan ingin memiliki komitmen yang kuat membuka usaha,” lanjut anggota DPD RI ini.

Di prodi kewirausahaan, mahasiswa diajarkan sejumlah pengetahuan dan keterampilan antara lain kepemimpinan pengusaha (entrepreneurial leadership), kreativitas, komunikasi yang efektif, dan networking. Kemudian, business calculation and risk management, inovasi bisnis, business plan, lingkungan bisnis nasional global, legal bisnis, ketenagakerjaan, dan lain-lain.

Selanjutnya Andi Surya menjelaskan, Ditjen Pendidikan Tinggi merespons positif dibukanya prodi kewirausahaan Umitra Indonesia. Mereka memberikan alokasi dana dalam bentuk subsidi untuk mahasiswa, khususnya yang sedang studi kewirausahaan dan mempunyai usaha atau rencana usaha.

“Namun mengingat keterbatasan dana, program dari pemerintah ini ‘dilombakan’ melalui proposal yang harus dikirimkan oleh mahasiswa yang berminat,” tutupnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

1.257 Mahasiswa KKN Itera Dilepas ke 82 Desa

JATIAGUNG, duajurai.co – Sebanyak 1.257 mahasiswa Institut Teknologi Sumatera (Itera) dari berbagai program studi akan …