Korban Penggusuran Pasar Griya Sukarame Kesulitan Air Bersih


KORBAN penggusuran Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, masih bertahan hingga Kamis, 26/7/2018. | M Renaldy/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Puluhan kepala keluarga (KK) yang menjadi korban penggusuran masih bertahan di lokasi bekas Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, Kamis, 26/7/2018. Saat ini, warga yang tidur di musala dan tenda darurat kesulitan air bersih.

“Sekarang susah mendapatkan air bersih. Sebab, waktu penggusuran lusa lalu sumber airnya ikut dihancurkan,” kata Wahyuni (35), salah satu korban penggusuran.

Yuli (27), korban penggusuran lainnya, mengatakan, tidur berhari-hari di tenda darurat membuat tubuh mereka kurang fit. Banyak dari korban penggusuran yang masuk angin. “Karena kami tidur di alam terbuka, jadi masuk angin,” ujarnya.

Menurut Werli (32), juga korban penggusuran, pihaknya tetap bertahan hingga ada tindakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung. Sebab, mereka kini tak punya tempat tinggal, atau sekadar tempat berteduh. “Ya masih di sini, bingung mau kemana,” kata dia.

Pemkot Bandar Lampung kembali menggusur Pasar Griya, Selasa lalu, 24 Juli 2018. Pascapenggusuran, puluhan KK tetap bertahan di sana. Beberapa dari mereka bermalam di musala setempat, sedangkan yang lain mendirikan tenda darurat. Para korban bertahan di lokasi penggusuran karena menunggu kejelasan dari pemerintah setempat ihwal nasib mereka.(*)

Baca juga Soal Penggusuran Pasar Griya, Pemkot: Kami Siapkan Rusun di Ketapang

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Polresta Bandar Lampung Imbau Richeese Factory Atur Alur Kendaraan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polresta Bandar Lampung mengimbau manajemen Richeese Factory …