Terima Korban Penggusuran Pasar Griya, DPRD Bandar Lampung Minta Surat Hibah


KOMISI C DPRD Bandar Lampung berdialog dengan sejumlah perwakilan korban penggusuran Pasar Griya, Senin, 23/7/2018. | M Nurul Huda/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisi C DPRD Kota Bandar Lampung menerima sejumlah perwakilan korban penggusuran Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, Senin, 23/7/2018. Dalam pertemuan tersebut, pihak DPRD meminta korban penggusuran membawa surat hibah.

“Jika itu (lahan Pasar Griya) merupakan tanah hibah, silakan bawa surat hibahnya,” kata Sekretaris Komisi C DPRD Bandar Lampung Agusman Arif di hadapan perwakilan korban penggusuran.

Dia menyarankan warga yang tinggal di kompleks Pasar Griya untuk mencari dasar hak hibah. Bila yang punya tanah hibah meninggal dunia, maka bisa menemukan ahli warisnya. “Atau orang yang merasa tahu tentang tanah hibah Pasar Giya Sukarame,” ujarnya.

Ratusan orang yang merupakan gabungan sejumlah elemen dan korban penggusuran Pasar Griya berunjuk rasa di depan Kantor Wali Kota Bandar Lampung Herman HN, hari ini. Setelah menyampaikan tuntutan, massa bergerak ke Kantor DPRD setempat. Adapun tuntutan massa, yakni menolak alih fungsi lahan Pasar Griya, hak hidup layak, dan meminta penegak hukum mengadili pelaku tindakan represif saat penggusuran Pasar Griya, Jumat lalu, 20 Juli 2018.(*)

Baca juga Aksi Demo Korban Penggusuran Pasar Griya Diabaikan Pemkot Bandar Lampung

Laporan M Nurul Huda


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Chandra Mal Boemi Kedaton Diskon Snack-Minuman

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Supermarket Chandra Mal Boemi Kedaton (MBK) memberikan harga spesial untuk aneka makanan ringan …