Dua Hari Pasca Penggusuran, Warga Tetap Bertahan di Pasar Griya


Warga Pasar Griya Sukarame masih bertahan di lokasi penggusuran | Nurul Huda /duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dua hari pasca penggusuran, warga Pasar Griya Sukarame memilih tetap bertahan di lokasi tersebut. Mereka sedang harap-harap cemas menunggu hasil mediasi dan keputusan Pemerintah Kota Bandar Lampung terkait relokasi.

“Kami masih menunggu keputusan yang masih belum pasti, kami cemas dengan hasil mediasi nanti,” Ujar Sutarji (60) salah seorang korban penggusuran, kepada duajurai.co, Minggu pagi, 22/7/2018.

Sutarji bersama warga lainnya masih bertahan di pasar yang terletak di Jalan Pulau Sebesi, Sukarame itu, karena belum mendapat kepastian relokasi. “Kami tetap bertahan di sini sampai ada keputusan, karena kami belum ada tempat tinggal,” ujarnya.

Hal senada disampaikan korban penggusuran lainnya yakni Siregar (47). Setidaknya masih ada 37 Kepala Keluarga yang bertahan di lokasi pada hari kedua pasca penggusuran ini karena belum punya tempat tinggal baru.

“Kami cemas dengan keputusan mediasi. Kami tidak tahu mau kemana. Bingung juga sekarang mau ngapain,” keluhnya.

Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung menggusur Pasar Griya, Jumat, 20/7/2018 lalu. Penggusuran berakhir ricuh karena warga yang didampingi sejumlah aktivis mahasiswa bentrok dengan aparat. Dalam bentrokan tersebut, sebanyak 11 orang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Salah satu di antara korban didagnosis patah kaki.(*)

Laporan M Nurul Huda

Baca juga Banyak Anak Kecil, Korban Penggusuran Pasar Griya Harap Relokasi


Komentar

Komentar

Check Also

Silaturahmi, Herman HN Nantikan Program Ganas Annar MUI Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Gerakan Nasional Antinarkoba (Ganas Annar) MUI Kota Bandar Lampung bersilaturahmi dengan …