Tak Ada Bacaleg Bantu, Korban Penggusuran Pasar Griya akan Golput saat Pileg


KORBAN penggusuran Pasar Griya, Sukarame, Bandar Lampung, duduk di atas puing-puing bangunan, Jumat, 20/7/2018. | M Nurul Huda/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Warga yang menjadi korban penggusuran Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, Kota Bandar Lampung, akan memilih golongan putih (golput) pada Pemilihan Legislatif (Pileg) 2019. Pasalnya, tak satu pun bakal calon anggota legislatif (bacaleg) yang datang membantu mereka.

“Sama sekali tidak ada bacaleg yang datang kemari. Kami akan golput,” kata Yanti (35), salah satu warga, kepada duajurai.co di lokasi penggusuran, Jumat, 20/7/2018.

Hal senada disampaikan Yuan (42), warga lainnya. Dia mengatakan, para calon wakil rakyat yang notabene bakal mengurusi masalah kerakyatan tidak ada yang menghampiri mereka. “Mau pilgub maupun pileg sama sekali enggak ada perhatiannya,” ujar dia.

Sementara, Yohana (30), juga korban penggusuran, menilai, pemerintah kota (pemkot) dan DPRD setempat tidak memikirkan nasib mereka. “Pemkot (dan DPRD) jahat. Mereka sama sekali tidak peduli dengan nasib kami,” ucap Yohana dengan mata memerah.

Penggusuran Pasar Griya berakhir ricuh, siang tadi. Warga dan sejumlah aktivis mahasiswa yang menentang penggusuran bentrok dengan anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Pol PP). Dalam bentrokan tersebut, sebanyak 11 orang mengalami luka-luka. Bahkan, ada yang patah kaki.(*)

Baca 11 Orang Luka saat Penggusuran Pasar Griya, Besok LBH Lapor ke Polda

Laporan M Nurul Huda


Komentar

Komentar

Check Also

FGD, Bambang Pujiatmoko: Sebagian Masyarakat Bandar Lampung Konsumsi Air Kemasan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebagian masyarakat di Kota Bandar Lampung mengonsumsi air kemasan. Padahal, air …