Pihak Pemkot Absen, Mediasi Lanjutan Penggusuran Pasar Griya Sukarame Gagal


MEDIASI pertama terkait penggusuran Pasar Griya di Kantor KPU Bandar Lampung, Jumat, 20/7/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Mediasi lanjutan yang digagas Ombudsman RI Perwakilan Lampung terkait penggusuran Pasar Griya tidak terlaksana alias gagal. Pasalnya, pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung absen dalam mediasi lanjutan tersebut.

“Kami sangat menyayangkan tindakan Pemkot Bandar Lampung yang tidak datang, atau mengutus wakilnya. Apalagi, tidak ada pemberitahuan secara resmi. Padahal, Ombudsman telah mengundang,” kata Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi di Kantor Ombudsman Lampung, Jumat, 20/7/2018.

Pada mediasi pertama, Kepala Ombudsman RI Perwakilan Lampung Nur Rakhman Yusuf meminta penggusuran Pasar Griya sebaiknya diselelesaikan secara manusiawi. Sehingga, tidak timbul pertikaian antara warga dan aparat.

Menanggapi hal itu, Sukarma Wijaya, Asisten I Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Pemkot Bandar Lampung, menyatakan, pihaknya hanya melaksanakan perintah. “Kami sangat hormat dengan Ombudsman, tapi kami hanya melaksanakan tugas,” ujarnya.

Penggusuran Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, berakhir ricuh, siang tadi. Warga yang bertahan di lokasi bentrok dengan aparat. Data sementara, sebanyak 11 orang dibawa ke puskesmas dan rumah sakit terdekat. Mereka mengalami memar dan patah kaki.(*)

Baca juga Pemkot Belum Siapkan Penampungan Bagi Korban Penggusuran Pasar Griya

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

FGD, Bambang Pujiatmoko: Sebagian Masyarakat Bandar Lampung Konsumsi Air Kemasan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebagian masyarakat di Kota Bandar Lampung mengonsumsi air kemasan. Padahal, air …