11 Orang Luka saat Penggusuran Pasar Griya, Besok LBH Lapor ke Polda


Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi | M Renaldy/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung akan melaporkan penggusuran Pasar Griya ke Polda Lampung, Sabtu besok, 20/7/2018. Pasalnya, sebanyak 11 orang terluka dalam penggusuran tersebut.

“Kami lagi mendata para korban. Mungkin kami bikin laporan ke Polda Lampung, besok. Laporan itu terkait penyiksaan dan penganiyaan terhadap mahasiswa UIN Raden Intan,” kata Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi di Kantor Ombudsman Lampung, Jumat, 20/7/2018.

Berdasar data LBH, 11 orang yang mengalami luka, yaitu mahasiswa UIN Raden Intan Haikal Rasit (22) yang didiagnosis patah kaki, dan Dio (38), warga setempat yang trauma mendalam. Kemudian, yang menderita memar, Beni, Riza, Dika, Maul, Bowo, Eli, Suhe, Kristin, dan Rega.

Baca juga PENGGUSURAN PASAR GRIYA: Diinjak-injak Aparat, Haikal Rasit Dibawa ke Rumah Sakit

“Haikal dilarikan ke rumah sakit. Sedangkan luka memar mendapat perawatan di puskesmas terdekat,” ujar Alian yang turut memantau penggusuran.

Penggusuran Pasar Griya, Kecamatan Sukarame, berakhir ricuh, siang tadi. Warga yang bertahan di lokasi bentrok dengan aparat. Rencananya, lahan pasar tradisional tersebut akan dialihfungsikan menjadi kantor kejaksaan.(*)

Baca juga Pihak Pemkot Absen, Mediasi Lanjutan Penggusuran Pasar Griya Sukarame Gagal

Laporan M Renaldy


Komentar

Komentar

Check Also

Sekretaris Jampidsus: 132 PNS di Lampung Terlibat Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 132 pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Lampung terlibat kasus korupsi. Mereka …