Kuasa Hukum Herman-Sutono Tuding Arinal-Nunik Pengaruhi Kades


LENISTAN Nainggolan (tengah) bersama Tim Kuasa Hukum Herman HN-Sutono menggelar jumpa pers terkait politik uang dalam Pilgub Lampung di Hotel Emersia, Senin, 16/7/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tim Kuasa Hukum Herman HN-Sutono menuding pasangan calon (paslon) gubernur dan wakil gubernur Lampung Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim alias Nunik melakukan politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif (TSM). Hal itu berdasar sejumlah barang bukti dan keterangan para saksi saat menjalani sidang pelanggaran administrasi TSM pada Pilgub Lampung.

“Mereka (tim Arinal-Nunik) mengumpulkan sejumlah kepala desa (kades) di satu tempat. Setelah mau pulang, mereka diberikan uang serta diajak memilih Arinal-Nunik. Itu kan terstruktur,” kata Lenistan Nainggolan, kuasa hukum Herman-Sutono, saat jumpa pers di Hotel Emersia, Bandar Lampung, Senin, 16/7/2018.

Tak hanya itu, dia juga menduga paslon Arinal-Nunik menyebarkan uang ke seluruh kabupaten/kota secara sistematis. Sebab, jenis amplop yang digunakan tidak berbeda alias sama.

“Sistematisnya ini sudah dirancang sedemikian rupa. Uang yang beredar pecahan Rp50 ribu dengan pesan pilih nomor urut tiga. Secara masif, mencapai lebih dari 50% kabupaten/kota di Lampung. Sempat terjadi penyebaran uang untuk kepentingan pencoblosan paslon nomor urut tiga,” ujarnya.

Atas dasar itu, Lenistan berpendapat bahwa politik uang secara TSM terbukti jelas. Jadi, dia tak tahu lagi bila nanti majelis pemeriksa pelanggaran administrasi TSM memberikan pendapat lain. “Saya tidak tahu lagi, itu terserah kepada majelis,” kata dia.(*)

Baca juga Jadi Saksi Sidang Pelanggaran Pilgub, Kades: Kami Dapat Uang Transpor Rp1 Juta

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Pilkada Metro, Andi Surya Harap KPU-Bawaslu Profesional dan Adil

METRO, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Metro Andi Surya menghadiri acara peluncuran Pilkada Metro …