LBH Tolak Rencana Penggusuran Warga di Pasar Griya Sukarame


Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menolak dan mengecam rencana penggusuran warga di kawasan Pasar Griya, Kecamatan Sukarame. Sebab, tindakan tersebut dinilai sebagai bentuk kesewenang-wenangan.

“Terhadap persoalan yang terjadi karena peralihan fungsi pasar menjadi kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Bandar Lampung bahwa warga merupakan anggota masyarakat yang notabene adalah warga setempat yang wajib diakui dan dipenuhi hak-haknya sebagai warga negara,” kata Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi, seperti dikutip dari Antara, Sabtu, 14/7/2018.

Dia mengatakan, warga merupakan orang-orang yang mendapat surat penempatan pasar/kios sejak 1990-an. Sampai dengan peralihan fungsi pasar tersebut, warga tidak pernah menerima informasi maupun sosialisasi. “Warga justru meminta untuk diaktifkan kembali fungsi pasar demi meningkatkan ekonomi warga setempat,” ujarnya.

Menurut Alian, pemagaran dan penggusuran Pasar Griya Sukarame seharusnya terlebih dahulu mendapatkan upaya penyelesaian. Sehingga, tidak terjadi kericuhan dan keributan antara warga dengan petugas di lapangan.

“Dampak dari penggusuran secara paksa dapat menimbulkan kemiskinan struktural. Sehingga, demi mencegah timbul keributan serta membela kepentingan masyarakat banyak, kami berharap permasalahan ini dapat diselesaikan oleh Pemerintah Kota Bandar Lampung secepatnya secara arif dan bijaksana,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Eskalator Tak Berfungsi, UPT Pasar Bambu Kuning: Kurang Daya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Bambu Kuning Trade Centre tidak memfungsikan sebanyak enam …