Kunjungan President TTSA, Dosen Unila Erwin Yuliadi Presentasi Soal Tapioka


PRESIDENT TTSA Mr Preecha Temprom saat mengunjungi Unila, kemarin. | Unila

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Dosen Budi Daya Pertanian Universitas Lampung (Unila) Erwin Yuliadi mempresentasikan penelitian mengenai tapioka. Presentasi tersebut saat kunjungan President of Thai Tapioca Starch Association (TTSA) Mr Preecha Temprom, kemarin.

Erwin mengatakan, Unila telah bekerja sama dengan pemerintah mengembangkan produksi dan kualitas singkong (tapioka) di Lampung. Hingga 2016, Lampung menghasilkan 33,93% tapioka dari keseluruhan produksi di Indonesia. Produksi terbesar berada di Kabupaten Lampung Tengah.

“Unila juga telah menjalin kerja sama dengan berbagai pihak. Pada Oktober 2017, Unila telah menandatangani MoU dengan Kasetsart University, King Mongkut’s University of Technology Thonburi, dan Thai Tapioca Development Institute, Thailand,” kata dia, seperti dikutip dari laman Unila, Sabtu, 14/7/2018.

Menurut peneliti itu, beberapa hal yang menjadi tantangan meningkatkan kualitas dan produksi tapioka di Lampung, di antaranya kutu putih, klon ubi kayu lama, ketersediaan dan harga pupuk, panen awal, dan teknologi penanaman rendah. Hal ini menjadi tantangan bagi peneliti untuk mendidik petani agar meningkatkan teknologi penanaman ubi kayu.

Sementara itu, Preecha Temprom dalam sambutannya mengatakan, dirinya telah mengunjungi Indonesia sejak lebih dari 40 tahun lalu. Bahkan, satu istrinya merupakan warga negara Indonesia. Laki-laki yang menjabat President of TTSA sejak 1986 itu berpendapat, masyarakat Indonesia sangat ramah terhadap tamu.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Gelar Semarak Gamolan Lampung, Mahasiswa Unila Kenalkan Musik Tradisional ke Masyarakat

LAMPUNG TENGAH, duajurai.co – Mahasiswa Universitas Lampung melalui Program Pelatihan Gamolan Anak Daerah (Pola Ganda) …