Angka Stunting di Lampung Selatan Terus Naik Selama 2015-2017


ACARA sosialisasi Prilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Grand Elty, Krakatoa Nirwana Resort, Kalianda, kemarin. | Diskominfo Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Angka stunting (gizi buruk kronis) di Kabupaten Lampung Selatan terus naik selama tiga tahun terakhir. Hal itu terungkap dalam Sosialisasi Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di Grand Elty, Krakatoa Nirwana Resort, Kalianda, kemarin.

Berdasar Pemantauan Status Gizi (PSG), angka stunting di Lampung Selatan pada 2015 sekitar 23,20 %. Kemudian, naik menjadi 24,28 % pada 2016. Lalu, naik lagi menjadi 30,30% pada 2017.

“Tentunya, angka ini diharapkan akan menurun pada 2022. Kami juga berharap, upaya dan peran serta dari berbagai pihak di Lampung Selatan,” kata Supriyanto, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesra Lampung Selatan, seperti dikutip dari Akun Facebook Diskominfo Lamsel, Kamis, 12/7/2018.

Dia mengatakan, melalui visitasi dari Kementerian Kesehatan, angka stunting di Lampung Selatan masih mencapai 30%. Terdapat 10 desa yang terindikasi memiliki angka stunting, yaitu Desa Kemukus, Dea Bangunrejo, Desa Taman Agung, Desa Tajimalela, dan Desa Banjarmasin. Kemudian, Desa Way Gelam, Desa Karyamulya, Desa Mekar Sari, Desa Batu Balak, dan Desa Pancasila.

Sementara itu, Imelda dari Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan, menyatakan, menekan angka stunting tidak bisa dilakukan sendiri. Namun, perlu melibatkan pihak lain, seperti Dinas Kesehatan, Dinas PU-PR, Dinas Pendidikan, Dinas Pertanian, maupun Dinas Peternakan.

“Kasus stunting ini bukan hanya soal kesehatan, tetapi juga harus diimbangi dengan adanya asupan makanan yang cukup, pendidikan yang baik, maupun ekonomi keluarganya. Untuk itu, butuh penanganan dari lintas sektoral,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Nunik Sidak Kapal Asing di Keramba Jaring Apung Pulau Siuncal

PESAWARAN, duajurai.co – Wakil Gubernur Lampung Chusnunia Chalim didampingi Penjabat (Pj) Sekretaris Provinsi (Sekprov) Lampung …