Soal Politik Uang, KAMMI Lampung Beri Kartu Merah untuk Bawaslu


Dian Putra, Ketua PW KAMMI Lampung | Facebook Dian Putra

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Wilayah Lampung memberi kartu merah untuk Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) setempat. Pemberian kartu merah tersebut terkait kasus dugaan politik uang dalam pilkada serentak di Lampung.

“Sampai saat ini belum ada ketegasan dari pihak Bawaslu terkait berbagai laporan (politik uang), maka dengan ini KAMMI Lampung mengecam dengan memberi kartu merah untuk Bawaslu,” kata Ketua KAMMI Lampung Dian Putra melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 29/6/2018.

Dian mengatakan, perhelatan pilkada serentak di Lampung diwarnai dengan berbagai pelanggaran, di antaranya politik uang di Pekon Sinar Betung, Kecamatan Talang Padang, Kabupaten Tanggamus. Warga melapor setelah menemukan 98 dari 200 amplop yang dibagikan berisi uang sebesar Rp50 ribu per amplop.

Selain itu, media massa juga mewartakan dugaan politik uang di tempat lain. Kemudian, pembagian sembako dan sarung di Lampung Selatan, Pesawaran, dan beberapa daerah lain. “KAMMI Lampung mengecam praktik demokrasi yang tidak sesuai dengan regulasi,” ujarnya.

Terkait hal tersebut, KAMMI menuntut Bawaslu Lampung menindaklanjuti kasus dugaan politik uang. Kemudian, mengusut tuntas tim, paslon gubernur-wakil gubernur, serta korporasi yang melanggengkan politik uang. Lalu, mengevaluasi Pilkada Lampung dan memberi pencerdasan kepada publik akan bahaya politik uang secara terstruktur, sistematis, dan masif.

“jika tidak ada pergerakan dari Bawaslu atas tuntutan tersebut, maka KAMMI Lampung bersama elemen mahasiswa akan melakukan advokasi keras, berikut aksi massa “Kartu Merah Bawaslu” dengan melibatkan berbagai elemen dan masyarakat setempat,” kata Dian.

Sebelumnya, para simpatisan tiga paslon gubernur-wakil gubernur Lampung berunjuk rasa di Kantor Bawaslu setempat, Jalan Pulau Morotai Nomor 10A, Jagabaya III, Kota Bandar Lampung, kemarin. Dalam demo tersebut, massa meminta Bawaslu bersikap tegas, yakni membatalkan paslon Arinal Djunaidi-Chusnunia Chalim. Sebab, pasangan tersebut diduga melakukan politik uang, sehingga menciderai demokrasi di Lampung.(*)

Baca juga Temui Pedemo, Fatikhatul Khoiriyah: Laporan Dugaan Pelanggaran Arinal-Nunik Sedang Diproses


Komentar

Komentar

Check Also

Pilkada Metro, Andi Surya Harap KPU-Bawaslu Profesional dan Adil

METRO, duajurai.co – Bakal Calon Wali Kota Metro Andi Surya menghadiri acara peluncuran Pilkada Metro …