Besok Pilkada Serentak 2018, Ini Imbauan Ketua MUI Lampung


BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Besok, 27 Juni 2018, sebanyak 171 daerah di Indonesia akan melaksanakan pemilihan kepala daerah (pilkada) secara serentak. Khusus Lampung, pilkada akan digelar di tingkat provinsi serta dua kabupaten yaitu Tanggamus dan Lampung Utara.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung Dr KH Khairuddin Tahmid mengajak warga masyarakat di Bumi Ruwa Jurai untuk senantiasa berikhtiar dan bertawakal, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT agar seluruh proses pilkada serentak 2018 dapat terlaksana secara jujur, adil, aman, dan damai.

“Kita sangat berharap pilkada serentak 2018 akan menghasilkan pemimpin-pemimpin yang berkualitas, memiliki kompetensi, takut hanya kepada Allah, serta berjuang maksimal mewujudkan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur,” harapnya seperti dilansir situs mui-lampung-or.id.

MUI Lampung, kata Khairuddin, meminta warga, terutama umat Islam, untuk menggunakan hak pilih sesuai hati nurani dengan memilih pemimpin yang terbaik.

Pilihan berbeda tidak boleh dijadikan alasan untuk saling mengintimidasi dan memprovokasi dengan menghasut. Kepentingan berbangsa dan bernegara serta persatuan dan kesatuan harus lebih diutamakan.

“Mari jaga situasi dan kondisi di sekitar kita agar aman, damai, dan terbangun suasana kehidupan yang penuh harmoni. Mari awasi proses pelaksanaan pilkada 2018 untuk mencegah potensi terjadinya kecurangan dan gangguan keamanan yang tidak kita inginkan,” sambung Wakil Rais Syuriah PWNU Lampung ini.

Khairuddinjuga mengingatkan para pemilih dengan hasil Ijtima Ulama Komisi Fatwa se-Indonesia tahun 2009 yang menegaskan bahwa memilih pemimpin menurut ajaran Islam adalah kewajiban untuk menegakkan imamah dan imarah dalam kehidupan bersama.

“Umat Islam wajib memilih pemimpin yang beriman, bertakwa, jujur (siddiq), tepercaya (amanah), aktif, dan aspiratif (tabligh), serta mempunyai kemampuan (fathanah) sekaligus memperjuangkan kepentingan umat Islam,” terangnya.

Untuk memaksimalkan peran serta pemilih, MUI Lampung meminta pemimpin lembaga pendidikan atau pengasuh pondok pesantren, serta tempat kerja, memberikan izin kepada santri atau pekerjanya untuk menggunakan hak pilih. Hal ini sebagai wujud tanggung jawab berbangsa dan bernegara serta partisipasi dalam kehidupan berpolitik.

Bagi calon kepala daerah yang berkompetisi, Khairuddin mengimbau agar dapat bersaing secara fair (jujur) sesuai peraturan dan mengedepankan akhlakul karimah.

“Setiap kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Oleh karena itu semua pihak harus menerima hasil pilkada secara bertanggung jawab. Jika ada ketidakpuasan dalam pelaksanaan pilkada agar menyerahkan kepada mekanisme hukum dan peraturan perundang-undangan yang berlaku,” imbaunya.(*)

 


Komentar

Komentar

Check Also

Kecelakaan Maut Tol Sumatra, Kristyowati Mau Pindah Sekolah ke Bandar Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak empat orang tewas dalam kecelakaan di Jalan Tol Trans Sumatra (JTTS) Kilometer …