LeSLA: Terjerat Kasus Suap, Elektabilitas Mustafa Melorot Tajam


DIREKTUR LesSLA Ahmad Yulden Erwin (tengah) menyampaikan hasil survei Pilgub Lampung di Hotel Horison, Jumat, 22/6/2018. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Kasus dugaan suap yang menjerat Calon Gubernur (Cagub) Lampung Mustafa sangat berpengaruh terhadap elektabilitasnya. Bupati Lampung Tengah nonaktif itu sempat merajai grafik elektabilitas di Lampung Tengah saat periode survei Februari 2018 yang dilakukan Lembaga Survei Lampung (LeSLA).

“Kasus korupsi (suap) sangat berpengaruh luar biasa terhadap tingkat elektabilitas Mustafa. Angkanya melorot luar biasa di Lampung Tengah, dari 80% pada Februari merosot hingga 15,48%. Itu pun sisa suara para pemilih setianya saja. Jadi, sangat signifikan berubah ketika kasus korupsi ini muncul. Tamat dia. Walaupun dia masih tersangka, belum bisa divonis koruptor,” kata Direktur LeSLA Ahmad Yulden Erwin saat jumpa pers di Hotel Horison, Bandar Lampung, Jumat, 22/6/2018.

Pria yang akrab disapa Erwin itu mengatakan, isu korupsi dan perempuan adalah dua hal yang laku keras di Lampung. Berbeda dengan Jakarta yang lebih kuat isu agama. “Kalau paslon di Lampung sudah terkena dua isu itu, bisa habis mereka,” ujarnya.

Menurut Erwin, Mustafa adalah salah satu calon kuat yang bisa melawan cagub petahana Ridho Ficardo maupun cagub Herman HN. Sebab, Mustafa menggunakan metode pendekatan yang pas dan cocok dengan karakter masyarakat Lampung.

“Mustafa itu melalukan hal-hal yang tidak dilakukan paslon lain. Dia mendatangi desa-desa secara langsung. Masyarakat Lampung itu kalau sudah didatangi, kemungkinan besar akan memilih paslon itu,” kata dia.

Hasil survei LeSLA pada periode Februari untuk wilayah Lampung, masih menempatkan Mustafa-Ahmad Jajuli berada pada posisi ketiga dengan angka 21,15%. Sedangkan pada periode survei April, angkanya mulai merosot drastis, yakni 10,88%. Sehingga, paslon nomor urut 4 itu berada pada posisi buncit.

“Periode survei Mei, elektabilitas Mustafa-Jajuli tambah merosot, hanya 8,96%. Pada Juni, angkanya di titik paling rendah di antara tiga paslon lainnya, yaitu 5,73%,” ujar Erwin.(*)

Baca juga Survei LeSLA, Elektabilitas Herman HN-Sutono Tertinggi

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Diskusi Sahabat Demokrasi: Pererat Hubungan, Cara Minimalkan Ongkos Politik

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Para calon anggota legislatif (caleg) disarankan mempererat hubungan dengan orang-orang di daerah …