Balada Asa Si Tukang Becak Kais Rezeki di Bandar Lampung


ASA, tukang becak, sedang menunggu penumpang di Pasar Mambo, Selasa malam, 12/6/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Cuaca malam itu terasa dingin. Seorang lelaki tua berkaus tipis membelah jalanan dengan mengayuh becak. Ia menuju Pasar Mambo di Telukbetung Selatan, Kota Bandar Lampung, beberapa waktu lalu.

Asa (55), penarik becak, itu menghabiskan waktunya di Pasar Mambo untuk mengais rezeki. Bahkan, tak jarang ia tidur di dalam becak. Sebab, dirinya terlalu letih untuk pulang ke rumah di Desa Suban, Merbau Mataram, Kabupaten Lampung Selatan.

“Saya sudah 20 tahun menarik becak di sini (Pasar Mambo). Ya keliling sini saja, kadang sampai Gudang Lelang. Biasanya, saya menuggu bongkaran buah-buahan dari mobil. Saya pulang tiga hari sekali, selebihnya tidur di dalam becak,” kata Asa kepada duajurai.co.

Lelaki berkulit sawo matang itu mengaku pernah pulang dengan tangan kosong. Ia tidak mendapatkan uang serimis pun, namun hal itu tidak membuatnya putus asa. Asa tetap semangat menjemput rezeki meski hanya untuk makan sehari-hari.

“Penghasilan, kadang Rp20 ribu-Rp25 ribu sehari. Ya itu habis untuk makan siang sama malam saja. Pernah tiga hari tidak dapat uang sama sekali, ya sudah saya pulang saja ke Suban. Dari sini (Pasar Mambo) ke Subang sekitar satu jam, kadang saya tidak puasa,” ujarnya.

Kendati demikian, Asa tetap bersyukur. Penghasilan yang tak menentu tidak mengendurkan semangatnya mencari rezeki dengan menarik becak. Asa pun sesekali berpuasa walau tidak penuh.(*)

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

BPBD: Belasan Bangunan Rusak-Puluhan Pohon Tumbang Akibat Puting Beliung di Sukarame

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Akibat terjangan angin puting beliung di Sukarame Bandar Lampung Selasa, 12/6/2018 …