TNWC Sayangkan Pembukaan Tambak di Pesisir Barat Lampung


Gajah Sumatra | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tambling Wildlife Nature Conservation (TWNC) menyayangkan pembukaan tambak seluas 30 hektare di Pekon Wayharu, Kabupaten Pesisir Barat, Provinsi Lampung. Sebab, pembukaan tambak berdampak pada kelestarian satwa liar di wilayah konservasi hutan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS).

“Bila tidak ada tambak, akses jalan tidak mungkin akan terbuka. Kondisi ini sangat berdampak pada ekosistem satwa liar yang dilindungi. Sebab, dengan adanya akses jalan tersebut, pemburu dapat kapan saja masuk,” kata Direktur TWNC Willyam, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 13/6/2018.

Menurutnya, pembukaan tambak tersebut berarti secara langsung mengizinkan para pemburu untuk memasuki hutan konservasi melakukan perburuan satwa liar yang dilindungi. Bukan hanya harimau, tetapi gajah, monyet, dan masih banyak satwa liar spesies langka juga ikut terancam.

“Bila terus dibiarkan, maka banyak satwa liar yang punah. Bahkan, bisa saja merusak permukiman warga karena merasa habitatnya terganggu. Ayo sama-sama jaga dan lestarikan hutan konservasi ini. Sebab, banyak satwa langka yang jarang dijumpai di luar sana ada di sini,” ujarnya.

Willyam menambahkan, beberapa ekor gajah Sumatra liar mendekati perkampungan warga di Blok 8, Pekon Roworejo, Kecamatan Suoh, Lampung Barat. Gajah liar ITU masuk ke perkampungan warga lantaran habitatnya terganggu. “Keberadaan tambak juga membuat gajah liar menjadi tidak nyaman, terutama untuk mencari makanan,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Arus Balik, KAI Tanjungkarang Prediksi Penumpang Lebih 5.000 Orang Besok

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divre IV Tanjungkarang memprediksi lonjakan penumpang …