PUASA SANG DUAFA: Cerita Suhrawani, Kakek 70 Tahun Si Penjaja Pisang


Suhrawani memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group di bawah flyover di Jalan Gajah Mada, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Sabtu, 9/6/2018. | Lara Sri Wahyuni/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Suhrawani (70) berjongkok saat kendaraan lalu-lalang di bawah jalan layang (flyover) di Jalan Gajah Mada, Bandar Lampung, Sabtu, 9/6/2018. Di depannya terdapat dua keranjang besar berisi pisang.

Ketika ada pembeli yang mendekat, ia tampak ramah melayani. Saban hari, Suhrawani berjualan mulai pagi hari di bawah flyover Gajah Mada. Kala hari beranjak siang, ia mencari peruntungan di kawasan Pahoman. Hasil keringat ayah tujuh anak itu sekitar Rp20 ribu per hari.

“Biasanya, saya berangkat jam delapan pagi. Lalu, jualan dahulu di bawah flyover. Nanti, sekitar jam 10 siang, baru keliling ke Pahoman,” kata Suhrawani kepada duajurai.co.

Duda itu cukup lama berjualan secara keliling. Walau melelahkan dan menguras tenaga, namun Suhrawani tetap berpuasa. Rasa haus dan lapar tidak mengendurkan semangatnya mengais rezeki meski usia tak lagi muda.

“Saya di sini tinggal bersama keponakan yang telah berkeluarga. Anak-anak saya tinggal di luar kota. Biasanya, mereka menengok saya menjelang Lebaran. Sedangkan istri telah meninggal dunia,” ujarnya.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.

Laporan Lara Sri Wahyuni


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Perjuangan Safar, Kakek 86 Tahun Penarik Becak

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Panas terik tak menyurutkan semangat Safar (86) mencari rezeki, kemarin. Sambil …