PUASA SANG DUAFA: Kakek Joni, Pemulung yang Hidup Sendiri


JONI memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, Kamis, 7/6/2018. | Cintia Retno Safitri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Arus kendaraan di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, tampak ramai menjelang buka puasa, Kamis, 7/6/2018. Seorang lelaki tua melintas dengan menarik gerobak.

Ia pakai topi. Mengenakan kaus berkerah, Joni (79) berjalan kaki mencari rongsokan. Duda empat anak itu bertahan hidup sebagai pemulung. Nantinya, barang bekas yang dikumpulkan Joni dijual ke pengepul.

“Iya ini cara kakek menyambung hidup setiap harinya. Kakek juga kan hidup sendiri. Jadi, kakek kerja buat makan sama bayar kontrakan,” kata Joni.

Saban hari, Joni bekerja mulai pagi hingga sore hari. Ia menyusuri jalanan di Kota Tapis Berseri untuk mengais rezeki. Walau melelahkan dan menguras tenaga, namun pria renta itu tetap berpuasa.

Ia bercerita, dirinya sempat membina rumah tangga. Namun, dalam perjalanan, Joni dan sang istri memutuskan bercerai. Empat buah hati mereka memilih tinggal dengan mamanya. Sejak saat itu, Joni hidup seorang diri dan jarang dikunjungi anak-anak.

“Mereka sudah tidak berniat ingin menjenguk atau mengetahui kondisi saya. Tapi, anak bungsu saya sebelum menikah masih sering menjenguk saya. Setelah menikah dan tinggal dengan mertua, ia jarang menengok saya,” ujar Jono dengan mata berkaca-kaca.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.

Laporan Cintia Retno Safitri


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Perjuangan Safar, Kakek 86 Tahun Penarik Becak

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Panas terik tak menyurutkan semangat Safar (86) mencari rezeki, kemarin. Sambil …