Penerimaan Siswa Baru, SMAN 2 Bandar Lampung Keluhkan Sistem Zonasi


PENGENDARA sepeda motor meninggalkan SMAN 2 Bandar Lampung, Kamis, 7/6/2018. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – SMA Negeri 2 Bandar Lampung mengeluhkan sistem zonasi dalam penerimaan siswa baru. Pasalnya, sistem yang diatur dalam Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) 14/2018 itu membuat rumit.

“Risiko sekolah menerima (siswa) multi kemampuan akan membuat masalah lebih rumit. Jadi, bukan tanpa masalah. Untuk Lampung baru 90%, 75% di dalam zonasi, 25% di luar zonasi, harus pintar. Secara teoritis (sistem zonasi) bagus. Anak orang kaya tidak terkumpul di satu sekolah, mengurangi kemacetan, dan kecelakaan,” kata Jumani Jarjo, Kepala SMAN 2 Bandar Lampung, di ruang kerjanya, Kamis, 7/6/2018.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPRD Lampung Khaidir Bujung. Menurutnya, sistem zonasi dalam penerimaan murid baru akan memengaruhi elektabilitas sekolah unggulan, seperti SMAN 2 Bandar Lampung. Sebab, dengan sistem zonasi, mencari calon siswa unggulan dan berkualitas menjadi sulit.

“Meskipun ada persaingan nilai, tapi akhirnya menjadi standar. Nah ini yang kami perhatikan. Dengan adanya peraturan zonasi, apakah sekolah favorit menjadi sekolah biasa? Ini juga menjadi keuntungan bagi sekolah swasta,” ujarnya.(*)

Baca juga Penerimaan Siswa Baru, Banyak Calon Murid SMAN 2 Bandar Lampung dari Luar Kota

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Penerimaan Siswa Baru, Banyak Calon Murid SMAN 2 Bandar Lampung dari Luar Kota

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – SMA Negeri 2 Bandar Lampung membuka penerimaan siswa baru pada 4-6 …