PUASA SANG DUAFA: Perjuangan Safar, Kakek 86 Tahun Penarik Becak


SAFAR memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group, Selasa, 5/6/2018. | Faiza Ukhti Annisa/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Panas terik tak menyurutkan semangat Safar (86) mencari rezeki, kemarin. Sambil menahan haus dan lapar, ayah tujuh anak itu menarik becak di Jalan dr Harun II, Kotabaru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung. Sesekali ia menyeka keringat dipelipisnya.

Safar mulai menarik becak pada 1948. Baginya, setiap putaran pedal adalah sumber rezeki keluarganya. Ia ingin terus menarik becak hingga kakinya tak mampu lagi mengayuh.

Safar menjadi yatim piatu sejak duduk di kelas tiga sekolah rakyat. Mulai saat itu, ia bekerja untuk membantu sang paman. Safar pun memilih sebagai penarik becak. Ia selalu mengingatkan anak-anaknya agar tak malas dan terus bekerja.

“Saya sering dilarang anak-anak untuk bekerja. Tapi, malah sakit, badan terasa enggak enak. Saya ingin kasih contoh supaya mereka tak malas setelah melihat perjuangan saya,” kata Safar sembari terkekeh.

Saban hari, pria berkacamata itu memangkal di kawasan Pasar Tugu. Lokasi tersebut tak jauh dari tempatnya tinggal di Jalan Beo, Kotabaru. “Saya tinggal di rumah keponakan. Istri dan cucu masih tinggal di Palas, Kalianda,” ujarnya.

Dalam satu hari, penghasilan Safar tak menentu. Tapi, bila dirata-ratakan sekitar Rp50 ribu-Rp60 ribu per hari. Hasil keringat yang tak seberapa itu ia kumpulkan untuk membeli baju Lebaran buat cucu-cucunya.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.

Laporan Faiza Ukhti Annisa


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Kakek Joni, Pemulung yang Hidup Sendiri

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Arus kendaraan di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, tampak …