Legislator Lampung Junaidi Auly Nilai Impor Beras Sakiti Petani


ANGGOTA MPR/DPR Ahmad Junaidi Auly saat mensosialisasikan Empat Pilar Kebangsaan di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, kemarin. | Staf A Junaidi Auly

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota MPR/DPR Ahmad Junaidi Auly menilai, kebijakan pemerintah terkait impor beras menyakiti para petani. Pasalnya, keran impor dibuka saat petani tengah menyambut panen raya di berbagai daerah di Indonesia.

Hal tersebut disampaikan Junaidi saat Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaaan di Labuhan Maringgai, Kabupaten Lampung Timur, kemarin.

“Kebijakan pemerintah terkait impor beras jilid II ini sangat menyakitkan hati para petani. Bagaimana tidak, petani sedang panen raya, lalu pemerintah malah impor beras. Semangat ber-Pancasila-nya patut dipertanyakan karena tidak menguntungkan petani,” kata Junaidi dalam rilis yang diterima duajurai.co, Senin, 4/6/2018.

Menurut legislator asal Lampung itu, pemerintah sebaiknya menunjukkan keberpihakan kepada petani. Keberpihakan tersebut, yakni tidak mudah mengeluarkan izin impor beras. “Kalau beras impor masuk ini akan berdampak pada harga beras lokal yang bisa merugikan petani,” ujarnya.

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) telah mengeluarkan izin impor beras jilid II sebanyak 500 ribu ton dari total satu juta ton. Sebagian telah tiba pada Januari lalu. Padahal, data pangan Kementerian Pertanian menunjukkan bahwa kebutuhan beras dari Mei-Juni 2018 adalah 5,3 juta ton, sedangkan produksi dalam negeri 8,1 juta ton. Sehingga, masih terjadi surplus beras sebanyak 2,8 juta ton.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …