Refleksi 20 Tahun Reformasi, LBH Bandar Lampung: Demokrasi Masih Jadi Catatan Buruk


DISKUSI publik ihwal perjalanan reformasi di Kantor LBH Bandar Lampung, kemarin. | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajuri.co – Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Bandar Lampung menggelar diskusi publik bertajuk “Refleksi 20 Tahun Reformasi”. Kegiatan yang ditutup dengan buka puasa bersama itu berlangsung di Kantor LBH Bandar Lampung, Jalan Amir Hamzah Nomor 35, Gotong Royong, Tanjungkarang Pusat, kemarin.

Direktur LBH Bandar Lampung Alian Setiadi mengatakan, sejak awal reformasi hinggal kini, gagasan yang telah disepakati belum semua dapat terpenuhi. Beberapa hal masih belum terealisasi secara baik.

“Penegakan hukum dan demokrasi masih menjadi catatan buruk di negeri ini. Kekerasan terhadap pers juga masih banyak,” kata Alian di hadapan peserta diskusi.

Tak hanya itu, pada tahun politik, banyak para calon yang ingin menegakkan hukum dengan baik. Namun, ketika berkuasa, mereka agak kesulitan merealisasikannya. “Sudah banyak seperti itu. Kami mohon penegakan HAM harus serius,” ujarnya.

Moderator diskusi bernama Prima menambahkan, gerakan mahasiswa sekarang tidak seperti dahulu. Menurut mahasiswa Universitas Lampung (Unila) itu, gerakan mahasiswa belakangan ini cenderung meredup. “Mungkin ada rasa kekecewaan dengan perjalanan reformasi selama 20 tahun terakhir,” kata dia.(*)

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …