JEJAK PESANTREN: Dari Secarik Kertas di Seminar Yusuf Mansyur, Berdiri Ponpes Darut Taqwa


Ustaz Yusuf Mustafa, pendiri dan pengasuh Ponpes Darut Taqwa Way Hui, Lampung Selatan | Edo Fratama / duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Berdirinya Pondok Pesantren (Ponpes) Darut Taqwa di Jalan Airan Raya, Way Huwi, Lampung Selatan, berawal dari tulisan pada secarik kertas. Sang pendiri Yusuf Mustafa (47), menuliskan cita-citanya membangun Ponpes saat dirinya dalam kondisi terpuruk secara perekonomian.

Cerita berawal saat Yusuf Mustafa mengalami kebangkrutan dari bisnisnya. Kala itu, ia seorang pengusaha penyuplai keramik minyak, cat, dan bahan bangunan lainnya dengan penghasilan bersih Rp15 juta perbulan. Namun nasib berkata lain, dia harus mengalami sebuah masalah sehingga usahanya itu bangkrut dan dia malah memiliki hutang lebih dari Rp500 juta.

“Saat itu merupakan masa-masa sulit di hidup saya. Usaha bangrut, dan saya terlilit hutang,” tutur ustaz Yusuf kepada duajurai.co di Ponpesnya Rabu sore, 30/5/2018.

Kemudian, suatu hari, secara tidak sengaja ia mendapat informasi adanya seminar berjudul Cara Gampang Bayar Utang oleh Yusuf Mansyur. Ia memutuskan untuk datang ke seminar itu, dengan harapan bisa mendapatkan solusi atas permasalahannya.

Dalam seminar tersebut, ia mendengar kata-kata dari Yusuf Mansyur bahwa kita harus punya impian. Kala itu, Ustad kondang itu meminta kepada peserta seminar untuk menuliskan apa yang diinginkan di tahun tahun yang akan datang.

“Kata Ustaz Yusuf Mansyur, tulis saja keinginanan kita di secarik kertas. Misalnya membangun Pondok Pesantren, dan lain-lain. Saya tulis keinginan saya yaitu ingin lunasi hutang, dilanjut dengan pergi ke tanah suci dan saya tulis juga ingin membangun Pondok Pesantren seperti yang dicontohkan ustaz,” kata dia.

Pada bulan keenam setelah seminar Yusuf Mansyur, tak disangka Yusuf Mustofa sudah dapat membayar hutang-hutangnya. Dia kemudian menunaikan keinginan-keinginan lainnya yang ia tulis di kertas, salah satunya membangun Ponpes.

“Padahal saat saya menulis mau bangun Ponpes, saya tak ada keinginan itu, hanya menulis saja seperti yang dicontohkan ustaz Yusuf Mansur. Tapi karena sudah saya tulis, saya niatkan dan saya jalankan dengan tekad. Saya kaget bisa sampai tercapai berdiri Ponpes Darut Taqwa ini,” ungkapnya.

“Keyakinan kita adalah yang paling utama. Banyak orang beramal tanpa keyakinan,” kata Yusuf menirukan apa yang disampaikan Yusuf Mansur kepadanya.

Ponpes Darut Taqwa bahkan menjadi rumah tahfidz (rumah penghafal Alquran) pertama di Lampung. Awalnya bangunan Ponpes berada di Jalan Dokter Susilo, Pahoman, Bandar Lampung. Saat itu masih mengontrak karena belum ada bangunan sendiri. Jumlah santrinya juga hanya 5-12 anak yatim.

Hingga akhirnya Yusuf Mustafa bisa membangun Ponpes di lokasi yang sekarang dengan luas bangunan sekitar 2000 meter persegi, dan memiliki 40 santri yang rata-rata berusia sekolah dasar dan sekolah menengah pertama.

“Pengalaman dapat merubah hidup seseorang, Mencari ilmu dan beramal, keyakinan itu yang justru membuat kita semakin tumbuh,” tutupnya.(*)

Laporan Edo Fratama


Komentar

Komentar

Check Also

JEJAK PESANTREN: Terkendala Biaya, Ponpes Al Banin Batasi Jumlah Santri

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pondok Pesantren (Ponpes) Al Banin di Jalan Flamboyan IV, Labuhan Dalam, Tanjung Senang, …