Tahun Ini, Panen Kopi Lampung Turun 50%


petani kopi | ilustrasi/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Asosiasi Eksportir dan Industri Kopi Indonesia (AEKI) Lampung menyatakan, panen biji kopi tahun ini turun hingga 50% per hektare dibandingkan tahun lalu. Penurunan produksi komoditas andalan Lampung itu salah satunya dipengaruhi faktor cuaca ekstrem.

“Akibatnya, ekspor kopi juga turun pada tahun ini. Tahun lalu, ekspor biji kopi mencapai 300 ribu ton. Tahun ini, ekspornya diperkirakan turun hingga 50%,” kata Ketua AEKI Lampung Juprius, seperti dikutip dari Antara, Rabu, 30/5/2018.

Dia mengatakan, produktivitas tanaman kopi turun dari sebelumnya satu ton per hektare menjadi 500 kg. Bahkan, ada wilayah di Lampung yang hasil panen kopinya hanya 250 kg per hektare. “Penurunan hasil panen kopi juga tidak dibarengi dengan kenaikan harga biji kopi yang masih bertahan Rp25 ribu per kg di tingkat petani,” ujarnya.

Secara terpisah, petani kopi bernama Sunyoto mengatakan, saat ini, biji kopi tanaman petani di Lampung Barat siap panen. Rerata panen kopi tahun lalu di Lampung Barat sekitar 1,5 ton. Tahun ini, jumlahnya diperkirakan berkurang sekitar 40%.

“Saat ini, harga biji kopi di tingkat petani sekitar Rp24 ribu-Rp25 ribu per kg. Sedangkan di tingkat basis mencapai Rp26.500 per kg,” kata dia.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Harga Turun, Penjualan Bawang di Bandar Lampung Naik 2 Kali Lipat

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga bawang merah dan bawang putih di Bandar Lampung merangkak turun. Penurunan tersebut …