Isi AJRD, Penyair Juperta Panji Singgung Soal Kecurangan Jurnalis


PENYAIR Juperta Panji Utama saat mengisi AJRD di Kantor duajurai.co, Sabtu, 26/5/2018. | Cintia Retno Safitri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penyair Juperta Panji Utama menyampaikan materi “Menulis Peristiwa Sosial Kemanusiaan” saat mengisi Akademi Jurnalistik Ramadan Duajurai (AJRD) di Kantor duajurai.co, Perumahan Taman Gading Jaya II, Blok H Nomor 18, Kota Baru, Tanjungkarang Timur, Bandar Lampung, Sabtu, 26/5/2018. Pada pemaparannya, dia menyinggung ihwal kecurangan jurnalis.

“Tidak gampang menulis suatu peristiwa. Karena itu, jurnalis harus berpikir keras untuk mencari peristiwa. Tetapi di Lampung, kenapa banyak media memiliki jenis berita yang sama mulai dari kata-kata hingga paragraf. Padahal, setiap kantor memiliki redaktur berbeda-beda. Kecurangan wartawan saat ini bermalas-malasan dalam mencari dan menulis berita,” kata Juperta di hadapan peserta AJRD.

Konsultan Lampung Peduli itu mengatakan, banyak media yang mewartakan persoalan sosial kemanusiaan selama Ramadan. Liputan yang disajikan, yakni orang-orang yang dianggap layak dibantu. Padahal, persoalan kemanusiaan tidak melulu kaum duafa.

“Babaranjang yang sering berhenti dan membuat kemacetan di jalan jarang diulas mendalam oleh jurnalis. Pengusuran gunung yang disulap menjadi perumahan, dan masih banyak sosial kemanusiaan lain yang tidak pernah diusut lebih dalam,” ujarnya.

Menurut Juperta, jurnalis sebaiknya tidak hanya menyoroti hal-hal, seperti para dosen dan pejabat tinggi negara. Dia menyarankan para pewarta untuk meliput pemulung secara serius.

“Konstruksi apa yang mereka lakukan sebagai seorang pemulung selama ini. Apakah berkontribusi terhadap lingkungan, atau hal semacamnya. Jangan hanya menyoroti kemiskinannya,” kata dia.(*)

Baca juga Isi AJRD, Ikhsan Dwi Ajari Peserta Soal Foto Jurnalistik

Laporan Cintia Retno Safitri 


Komentar

Komentar

Check Also

Savero Lukianto Wakili Lampung Ikuti Training Center IJSO di Qatar

BANDAR LAMPUNGT, duajurai.co – Siswa SMP Xaverius 1 Bandar Lampung Savero Lukianto Chandra (14) menjadi …