PUASA SANG DUAFA: Cara Bahrudin Si Pemulung Menikmati Hidup


BAHRUDIN memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group di Jalan Bumi Manti II, Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung, Kamis, 24/5/2018. | Edo Fratama/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sepintas, Bahrudin (65) tampak bukan seperti pemulung. Ia pakai kemeja batik hijau dipadu celana dasar. Kakinya mengenakan sandal dengan tangan menarik gerobak.

Kamis petang itu, 24/5/2018, ia melintas di Jalan Bumi Manti II, Kampung Baru, Kedaton, Bandar Lampung. Bahrudin sedang mencari barang bekas, seperti botol plastik. Hampir saban hari ayah dua anak itu menyusuri jalanan demi sesuap nasi.

“Yang jelas kalau mau kaya itu susah. Tapi, saya tetap menikmati walau hanya menarik gerobak,” kata Bahrudin yang kulit wajahnya terlihat berkerut.

Biasanya, warga Jalan Raja Ratu, Labuhan Ratu, itu mulai memulung pada pagi hari. Kemudian, ia beristirahat pada siang. Setelah itu, Bahrudin kembali berjalan kaki mencari barang bekas. Walau pekerjaannya menguras energi, namun ia tetap saum. “Masa enggak puasa? Kan saya sudah bilang harus menikmati,” ujarnya.

Bahrudin mengaku bahagia dengan hidupnya. Meski usia tak lagi muda, namun ia tak meminta bantuan sang anak dalam mencari nafkah. “Saya masih merasa kuat (cari nafkah) walaupun umur mau 70 tahun,” ucap Bahrudin.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.(*)

Laporan Edo Fratama


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Kakek Joni, Pemulung yang Hidup Sendiri

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Arus kendaraan di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, tampak …