Bulan Puasa, Produksi Kerupuk Singkong Binaan YBM BRI di Lampung Timur Kian Meningkat


Munayah, warga Lampung Timur sedang menjemur kerupuk singkong /YBM BRI

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Meski dalam suasana puasa Ramadan, tak menyurutkan semangat para peserta program Peningkatan Keterampilan Usaha Rakyat (PKUR) yang digulirkan oleh Yayasan Baitul Maal (YBM) BRI. Mereka justru semakin produktif menjalankan usahanya.

Salah satunya adalah Munayah, peserta PKUR produksi kerupuk singkong, di Desa Balai Kencono 48 Polos, Kecamatan Batanghari, Lampung Timur. Dalam satu kali produksi, Munayah yang dibantu anak-anak nya mampu memproduksi 4 kwintal singkong untuk diolah menjadi kerupuk.

“Kami senang sekali dengan program PKUR ini, karena kami bisa minimal dua kali produksi dalam seminggu. Terima kasih kepada YBM BRI, semoga usaha kami semakin maju, dan YBM semakin sukses,” kata Munayah melalui surat elektronik yang diterima duajurai.co Minggu pagi, 20/5/2018.

Ibu enam anak itu menuturkan, dari 4 kwintal singkong tersebut, bisa menjadi sekitar 1,25 kwintal kerupuk. Adapun harga jualnya saat ini antara Rp7.500 sampai Rp8 ribu per kilogram.

“Sehingga setelah dikurangi modal, bisa mendapatkan keuntungan berkisar Rp450 ribu sekali produksi,” beber istri seorang buruh harian lepas itu.

Amir Mudaris, Pelaksana Harian YBM BRI Kanwil Bandar Lampung mengatakan, program PKUR memang bertujuan untuk meningkatkan pendapatan keluarga kurang mampu. Program ini berlaku untuk seluruh masyarakat Indonesia.

“Bagi yang ingin mengakses program PKUR, dapat mengajukan potensi usaha yang ada di wilayah masing-masing ke semua kantor Perwakilan YBM BRI seluruh Indonesia. Untuk Provinsi Lampung dan Bengkulu, bisa datang ke Jalan Raden Intan nomor 51, Tanjung Karang, Bandar Lampung,” jelasnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Dekati Lebaran, Pedagang di Pasar Smep Bisa Jual 250 Ekor Ayam Sehari

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penjualan ayam di Pasar Smep, Bandar Lampung, melonjak drastis mendekati Lebaran, …