PUASA SANG DUAFA: Cerita Iwan, Memulung Berkilo-kilo Demi Sekolah Anak


Iwan memperlihatkan santunan dari 9 Naga Group, Sabtu, 19/5/2018. | Cintia Retno Safitri/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hujan baru saja reda di Jalan Zainal Abidin Pagaralam, Kedaton, Bandar Lampung, Sabtu sore, 19/5/2018. Seorang laki-laki melintas mendorong gerobak sambil membawa dua bocah.

Ia pakai sandal jepit. Di atas kepalanya bertengger topi warna cokelat yang kusam. Lelaki yang terlihat lesu itu bernama Iwan. Warga Jalan Untung Suropati, Kedaton, itu sudah 10 tahun menjadi pemulung.

“Maunya sih kerja yang lain. Tapi, dari dahulu saya sudah kerja jadi pemulung. Susah cari kerja lain,” kata Iwan.

Ia mulai memulung dari pagi. Kemudian, menyusuri Jalan Zainal Abidin Pagaralam dan Jalan Teuku Umar untuk mengumpulkan rongsokan hingga malam. Dalam satu hari, hasil keringat Iwan sekitar Rp50 ribu. Selain biaya sehari-hari, uang sebanyak itu untuk menafkahi empat anak. Anak pertama dan kedua telah sekolah. Sedangkan dua lagi masih kecil.

“Uang sebegitu ya dibagi-bagi buat makan, bayar kos, dan bayar sekolah anak saya,” ujarnya seraya tertunduk.

Iwan setiap hari mengumpulkan barang bekas. Sembari berpuasa, ia jalan kaki berkilo-kilo mengumpulkan barang bekas tak terpakai. Tak jarang Iwan berbuka puasa di jalan. Ia juga membawa anak-anaknya hingga larut malam. Nantinya, barang bekas yang diperolehnya dijual ke pengepul sekitar Rp3.000 per kg.

“Saya keliling dahulu mencari barang bekas. Kalau sudah banyak baru saya antar ke pengepul barang bekas,” ucap Iwan seraya menatap bahan bekas yang didapatnya.(*)

Liputan Puasa Sang Duafa merupakan kerja bareng 9 Naga Group dengan duajurai.co. Setiap narasumber akan menerima santunan dari 9 Naga Group.(*)

Laporan Cintia Retno Safitri


Komentar

Komentar

Check Also

PUASA SANG DUAFA: Kakek Joni, Pemulung yang Hidup Sendiri

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Arus kendaraan di Jalan Sultan Agung, Way Halim, Bandar Lampung, tampak …