Terkait Berbagai Aksi Terorisme di Indonesia, Ini Pernyataan Sikap MUI Lampung


Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Menyikapi berbagai aksi teror yang terjadi di beberapa daerah di Indonesia, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung mengeluarkan pernyataan sikap. Ketua MUI Lampung KH Khairuddin Tahmid menilai, berbagai tragedi yang terjadi beberapa hari belakangan yang telah memakan korban jiwa, telah mencederai rasa kemanusiaan dan kebersamaan.

Melalui surat pernyataan sikap nomor Rek-095 /DP.P.IX/V/2018, Khairuddin Tahmid menyayangkan terjadinya insiden kerusuhan di Mako Brimob Kelapa Dua Depok, Jawa Barat. Lalu, aksi teror bom di tiga Gereja di Surabaya, Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sidoarjo, serta di PoItabes Surabaya.

Berikut isi pernyataan sikap MajeIis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Lampung yang ditandatangani Ketua Umum KH Khairuddin Tahmid, dan Sekretaris KH Basyarudin Maisir:

1. Mengecam dan mengutuk keras segala tindakan terorisme, apapun motif dan latar
belakangnya. Apalagi mengatasnamakan agama, karena sangat mengganggu kerukunan
antar umat beragama, serta mengganggu stabilitas Negara Kesatuan Republik Indonesia
(NKRI). Menodai rasa kemanusiaan, dan bertentangan dengan ajaran agama Islam dan
ajaran agama apapun (hanya oknumnya yang memiliki pemahaman salah dan keliru
dalam menafsirkan makna jihad).

2. Turut berduka cita dan bela sungkawa yang mendalam kepada seluruh keluarga korban
atas musibah yang dialami. Semoga diberikan ketabahan dan kesabaran dalam menerima
suratan takdir dengan lapang dada, dan penuh sikap kedewasaan.

3. Memberikan dukungan penuh terhadap ikhtiar/upaya dan langkah-langkah aparat penegak
hukum untuk mengusut secara cepat dan tuntas terkait motif, pola, dan gerakan yang
memicu terjadinya insiden tersebut.

4. Negara perlu hadir dan bertindak tegas terhadap setiap tindakan radikalisme dan
terorisme.

5. Mengajak seluruh warga untuk tetap tenang, menahan diri, dan tidak mudah terprovokasi
dengan isu-isu yang belum jelas. Serta terus menggalang solidaritas kemanusiaan serta
menolak segala bentuk kekerasan.

6. Mengimbau kepada masyarakat untuk tetap mengedepankan sikap toleran dan kerjasama dalam menjaga stabilitas keamanan di wilayah Rukun Tetangga/Rukun Warga (RT/RW) masing-masing. Jika mendapati peristiwa sekecil apapun terkait radikalisme dan terorisme agar segera melaporkan kepada aparat keamanan setempat.

7. Mendesak pemerintah pusat dan DPR RI agar segera diselesaikannya Undang-Undang
Anti Terorisme.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

YKWS-Pemprov Lampung Gelar Learning Event Soal Sanitasi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS), SNV, dan Mitra Bentala bekerja sama dengan Pemerintah …