Terkait Serangan Aksi Terorisme, Ini Pernyataan Sikap Bravo 5 Lampung


Andi Desfiandi | Humas IBI Darmajaya

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Maraknya aksi terorisme di sejumlah daerah di Indonesia beberapa hari belakangan, membuat berbagai elemen di Provinsi Lampung bereaksi dan mengambil sikap. Salah satunya yakni Badan Pengurus Harian (BPH) Bravo 5 Provinsi Lampung.

“Membaca dinamika, dengan segenap kerendahan hati izinkanlah kami menyatakan sikap. Kami sebagai bagian inheren lapisan rakyat Indonesia yang sedikit pun tak rela ideologi, praksisme dan pelaku terorisme dengan leluasa menghilangkan nyawa manusia. Aksi itu jelas nyata-nyata dilarang dalam sudut pandang ajaran agama apapun, serta dalam hukum positif negara manapun di muka bumi ini,” kata Ketua BPH Bravo 5 Provinsi Lampung Andi Desfiandi melalui rilisnya, Minggu, 14/5/2018.

Berikut ini 7 poin pernyataan sikap BPH Bravo 5 Provinsi Lampung:

1. Belasungkawa terdalam kepada seluruh korban meninggal dunia dan luka-luka, ahli musibah, masyarakat Kota Surabaya dan Jawa Timur yang diserang aksi teror, serta seluruh rakyat Indonesia yang turut merasakan sakit atas aksi teror hari ini.

2. Mengutuk keras dan tidak dapat menerima praktik teror pengecut dan biadab dalam serangan bom bunuh diri di tiga gereja Kota Surabaya hari ini! Lawan Terorisme!

3. Mendukung sepenuhnya tindakan tegas kepala negara dalam menjalankan hak dan kewajibannya agar seluruh instrumen negara yakni Kemenko Polhukam RI, Kepolisian RI (POLRI), Tentara Nasional Indonesia (TNI), Badan Intelijen Negara (BIN), Badan Nasional Pemberantasan Terorisme (BNPT) RI, dan Kementerian Pertahanan (Kemhan) RI, segera melakukan langkah strategis dengan kekuatan penuh melalui saluran pendekatan hukum, politik, ekonomi, sosial dan kebudayaan. Serta menggalang kekuatan rakyat agar terlibat aktif di dalam melawan ideologi dan praktik terorisme. Usut tuntas tragedi dan kejahatan kemanusiaan ini!

4. Menyuarakan, mengajak, dan menyerukan seluruh rakyat Lampung dan Indonesia, dengan tingkat kewaspadaan lingkungan yang tinggi, mari bergandengan tangan mengatakan tidak pada terorisme, lawan teror, kami tidak takut, dan tumpas habis jaringan terorisme di Indonesia sampai ke akar-akarnya!

5. Mendesak pemerintah dan DPR segera mempercepat proses legislasi pengesahan Revisi UU Anti terorisme sebagai payung hukum konstitusional tindakan pencegahan dan pemberantasan tindak pidana terorisme sebagai salah satu extra-ordinary crime, namun tetap dengan penuh cermat, pruden, dan sarat kehati-hatian.

6. Presiden apabila diperlukan agar menerbitkan Perppu Anti Terorisme, apabila revisi RUU Anti Terorisme masih lamban disahkan oleh DPR. Dengan tetap mengedepankan kehati-hatian, cermat dan tegas. Agar tidak ada celah untuk pihak-pihak atau kelompok yang mengambil kesempatan untuk mendiskreditkan pemerintah ataupun agama tertentu apalagi menjelang pemilu tahun depan.

7. Aksi teror dan kejahatan kemanusiaan yang terjadi di Indonesia dan di seluruh muka bumi bukanlah atas nama agama apapun, karena tidak ada satupun agama didunia yang mengajarkan membunuh sesama manusia dengan alasan apapun.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hari Toilet Sedunia, YKWS-Pemkab Pringsewu Gelar Sanitation Goes to Campus

PRINGSEWU, duajurai.co – Yayasan Konservasi Way Seputih (YKWS) bersama Pemerintah Kabupaten Pringsewu menggelar Sanitation Goes …