Dialog UBL: Prihatin Bom Gereja Surabaya, Menteri Nasir Minta Kampus Tangkal Radikalisme


MENTERI Ristek-Dikti M Nasir diwawancarai wartawan usai dialog nasional di Gedung Pascasarjana UBL, Senin, 14/5/2018. | Dwi Herlinawati/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Ristek-Dikti) M Nasir merasa prihatin dengan pengeboman tiga gereja di Surabaya yang menewaskan belasan orang. Untuk itu, dia meminta kampus dapat menangkal radikalisme.

“Perguruan tinggi, baik swasta maupun negeri, diharapkan memajukan pendidikan tinggi yang berkualitas dan menangkal radikalisme,” kata Nasir usai Dialog Nasional “Indonesia Maju” di Gedung Pascasarjana Universitas Bandar Lampung (UBL), Senin, 14/5/2018.

Dia mengatakan, pendidikan tinggi mesti mampu menjauhkan paham radikal. Hal tersebut jangan sampai terjadi di dalam kampus. “Kami sangat prihatin atas peristiwa di Surabaya, yaitu pengeboman gereja,” ujarnya.

Bom meledak secara beruntun di tiga gereja berbeda di wilayah Surabaya, Jawa Timur, Minggu, 13 Mei 2018. Ledakan terjadi di Gereja Santa Maria Tak Bercela Ngagel pukul 07.30 WIB, di GKI Jalan Diponegoro pukul 07.35 WIB, dan Gereja Pantekosta Jalan Arjuna pukul 08.00 WIB. Peristiwa tersebut menewaskan 13 orang dan melukai 43 orang.(*)

Baca juga Dialog di UBL, Mensos Idrus Marham Singgung Soal Bom Gereja Surabaya

Laporan Dwi Herlinawati


Komentar

Komentar

Check Also

Pawai Taaruf Lampung Selatan Meriahkan HUT ke-73 RI

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto melepas peserta pawai …