Banyak Pesaing, Pendapatan Pedagang Kembang Musiman di TPU Kebon Jahe Kian Menurun


Para pedagang kembang musiman di depan TPU Kebon Jahe Bandar Lampung | Rudi Virgo/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ramainya peziarah menjelang bulan Ramadan di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Kebon Jahe Bandar Lampung, menjadi berkah tersendiri bagi para pedagang kembang musiman. Meskipun, diakui salah satu pedagang yakni Iyun (50), penjualannya tahun ini tak selaris tahun-tahun sebelumnya.

Menurutnya, mulai banyaknya pesaing adalah salah satu faktor menurunnya pendapatan. Kini, setiap tahun, jumlah pedagang kembang musiman kian bertambah karena banyak yang tergiur dengan keuntungannya.

“Walaupun ramai peziarah, pendapatan setahun tahun belakangan ini mulai berkurang, karena makin ramai yang dagang. Kadang sampai sore cuma dapet Rp50 ribu, padahal tahun-tahun sebelumnya saya bisa dapat sampai Rp300 ribu sehari,” kata wanita yang telah berjualan kembang selama 20 tahun itu.

Selain faktor menjamurnya pedagang, wanita yang akrab disapa Mak Iyun itu mengatakan, faktor waktu berdagang juga memengaruhi jumlah pendapatan. Biasanya peziarah baru akan mulai ramai pada tiga hari menjelang bulan puasa.

“Kalau sekarang sih masih sepi. Tapi biasanya tiga hari sampai satu hari menjelang bulan puasa pasti ramai yang datang. Ya, mudah-mudahan saja,” ungkap Mak Iyun.

Pantauan duajurai.co, ada sekitar 10 pedagang yang menyajikan berbagai kelengkapan ziarah di depan pintu masuk TPU Kebon Jahe sejak pagi hari. Tidak hanya kembang, para pedagang itu juga telah menyediakan air bersih yang dikemas dalam plastik dan botol air minum mineral.(*)

Laporan Rudi Virgo


Komentar

Komentar

Check Also

Jelang Tahun Baru, Harga Telur di Bandar Lampung Tembus Rp24 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Harga telur ayam merangkak naik menjelang tahun baru. Kini, harganya di pasaran tembus …