Bincang Santai, LBH Pers Lampung Bagi Tips Hindari Jerat Hukum


DIREKTUR LBH Pers Lampung Hanafi Sampurna (kiri) dan editor duajurai.co Hendry Sihaloho (kanan) saat acara bincang santai dengan APM di Sekretariat AJI Bandar Lampung, Sabtu petang, 12/5/2018. | Dian Wahyu Kusuma 

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – LBH Pers Lampung berbagi tips menghindari jerat hukum dalam pemberitaan. Pembagian tips tersebut disampaikan pada bincang santai dengan Aliansi Pers Mahasiswa (APM) Lampung di Sekretariat Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung, Sabtu, 12/5/2018.

Bincang santai yang dimoderatori editor duajurai.co Hendry Sihaloho itu menghadirkan Direktur LBH Pers Lampung Hanafi Sampurna. Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah pers kampus, di antaranya Universitas Lampung (Unila) dan STIE Gentiaras.

Hanafi mengatakan, tips mengelak dari jeratan hukum adalah menghindari asumsi dalam penulisan berita. Artinya, jurnalis saat melaporkan hasil liputannya mesti berdasar data dan fakta. “Bila memang kurang yakin akan suatu hal, maka penulisan berita sebaiknya memakai kata ‘diduga’,” kata dia.

Selain berbagi tips, Hanafi juga menyampaikan perbedaan hak koreksi dan hak jawab yang diatur dalam UU Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Hak koreksi digunakan ketika seseorang atau sekelompok orang merasa terdapat kekeliruan informasi dalam pemberitaan. Sedangkan hak jawab lebih kepada konten, yakni tanggapan atau sanggahan terhadap pemberitaan.

“Hak koreksi dan hak jawab memilki fungsi yang sama, yaitu sebagai bentuk pengawasan publik terhadap pers. Sebab, pers bisa keliru. Bila memang salah, pers tak perlu malu untuk meminta maaf,” ujarnya.(*)

Baca juga Tingkatkan Pemahaman, APM Bincang Santai dengan LBH Pers Lampung


Komentar

Komentar

Check Also

Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Rayakan Maulid Nabi dengan Pawai Obor

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ratusan mahasantri Mahad Aljamiah UIN Raden Intan Lampung merayakan maulid Nabi …