UKMBS Unila Akan Pentaskan Teater-Tari “Lear” Pada 13-14 Mei Mendatang


Salah satu pemeran dalam pemetasan “Lear” UKMBS Unila/ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) Universitas Lampung akan mempersembahkan sebuah pertunjukan teater-tari, “Lear” karya Rio Kishida, yang disutradarai oleh Ari Pahala Hutabarat. Pementasan akan dilaksanakan menjelang bulan Ramadan, yakni 13-14 Mei 2018 mendatang.

“Pementasan ini akan memberikan pengalaman emosi dan artistik yang bagus, sehingga sangat recommended  untuk ditonton. Pertunjukannya dimulai pukul 16 WIB, di Gedung Teater Tertutup Taman Budaya Lampung,” kata Warih, Ketua Umum UKMBS Unila melalui surat elektronik yang diterima duajurai.co Rabu, 9/5/2018.

Lear project adalah salah satu  program  kolosal tahunan UKMBS Unila yang telah melibatkan seluruh anggota aktif, alumni, seniman dan berbagai pihak. “Pada tahun sebelumnya, kami telah berhasil menampilkan Waiting for Warih karya dan sutradara Ari Pahala Hutabarat. Tentu saja ini adalah proses yang sangat melelahkan, seru, menyenangkan juga beresiko,” ujarnya.

Secara bentuk pemanggungan, Ari Pahala Hutabarat pada kesempatan ini mengompilasikan antara teater, tari, musik, dan citraan visual secara epik ke dalam tragedi Lear tersebut. Kemudian untuk fase training hingga reherseal telah melibatkan beberapa seniman, koreografi dan pesilat, antara lain Alexander GB, Yulizar fadli, Tresna Ayungingtyas, Annisa Chairiyah, Diantori dan Iwan Wijaya. Selain itu, melibatkan 23 orang penampil dari divisi-divisi yang terdapat di UKMBS Unila yaitu divisi Musik, Tari, Rupa, dan Teater dan Sastra.

“Dalam proses penggarapannya telah memakan waktu sekitar empat bulan. Secara artistik pertunjukan ini juga sedikit-banyak mengangkat aspek-aspek kearifan lokal Lampung, seperti tari-tarian, musik, serta pencak silat sebagai pendukung kisah-kisahnya,” kata dia.

Lear adalah naskah tragedi dari Yunani yang ditulis oleh William Shakespeare. Lear adalah seorang raja yang dikhianti oleh anak sulungnya hingga mengantarkannya pada kematian. Sebagai seorang ayah, Lear telah mengasuh anak-anaknya dengan penuh kasih sayang dan kelembutan. Ia mengajari anak-anaknya berbagai hal. Baik itu tentang cinta, peperangan, hukum, politik, tata negara serta bagaimana menjadi seorang anak yang tumbuh dewasa di tengah istana. Namun, di tengah kejayaannya, raja Lear justru mengalami kejatuhan yang sangat dalam. Hal itu justru akibat penghianatan anak sulungnya dan pemberontakan secara halus yang terjadi di dalam struktur kerajaan.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Hari Pertama, UKMBS Universitas Lampung Sukses Pentaskan Teater-Tari “Lear”

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hari pertama pemetasan teater-tari “Lear” oleh Unit Kegiatan Mahasiswa Bidang Seni (UKMBS) …