Junaidi Auly Minta OJK Aktif Dukung Pengembangan LKMS di Lampung


Ahmad Junaidi Auly (Berpeci hitam) saat Sosialisasi dengan OJK tentang Peran OJK dalam perkembangan LKMS di Kalirejo, Lampung Tengah/ Staf Junaidi Auly

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Anggota Komisi XI DPR RI Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Junaidi Auly, meminta Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dapat lebih berperan aktif dalam mendukung perkembangan Lembaga Keuangan Mikro Syariah (LKMS) di Provinsi Lampung.

Hal tersebut disampaikan Junaidi dalam agenda Sosialisasi dengan OJK tentang Peran OJK dalam perkembangan LKMS, Kalirejo, Lampung Tengah, 8/5/2018.

“Peran OJK sangat diperlukan dalam menghadapi tantangan atau kendala, khususnya dalam hal penguatan pendanaan maupun skema penyaluran pembiayaan di LKMS,” Kata Junaidi melalui keterangan tertulisnya.

Anggota DPR dari dapil Lampung II itu memaparkan, beberapa kendala LKMS yang perlu ketahui diantaranya yakni kualitas dan kapasitas SDM pengelola yang masih rendah terkait pengembangan ekonomi syariah. Kemudian kendala modal yang terbatas, akses permodalan yang sulit, juga belum memiliki rencana bisnis yang matang.

“Sehingga, OJK harus benar benar memperhatikan kendala ini, didorong agar semakin membaik,” ujar anggota Legislatif asal Lampung yang biasa disapa bang Jun itu.

Dia menegaskan, pengembangan LKMS mesti fokus pada penguatan posisi agar mendapat perhatian dari pemerintah pusat. Selanjutnya dengan optimalisasi skema penyaluran dana dan perluasan sumber pendanaan, juga harus mendorong munculnya kesepakatan pemberdayaan LKMS.

“Hal ini agar mereka mampu meningkatkan kontribusinya dalam perekonomian daerah dan nasional,” ungkap alumnus Universitas Lampung itu.

Data Kementerian KUKM pada 2014, jumlah Koperasi Simpan Pinjam dan Pembiayaan Syariah (KSPPS) nasional mencapai 3.360 unit. Angka itu terdiri dari 1.197 Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS), dan 2.163 Unit Jasa Keuangan Syariah (UJKS). Jumlah tersebut mencapai 3,05% dari jumlah koperasi nasional, yakni sebanyak 110.189 unit yang tersebar, dengan total aset sebesar 5,43 Triliun, atau 6,36% dari total aset koperasi nasional.

“Dari data itu, menunjukkan bahwa LKMS harus terus ditingkatkan perkembangannya, karena jumlah dan volume usaha ini masih tergolong kecil dibandingkan dengan yang konvensional,”imbuhnya.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Ingin Sewa Mainan Anak? Belle Toys Rent Bandar Lampung Bisa Jadi Pilihan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Bagi warga Kota Tapis Berseri yang ingin menyewa permainan anak, bisa …