Pasien Aborsi Banyak Mahasiswi, Mbah Sempok Pasang Tarif Rp1,5 Juta


POLRESTA Bandar Lampung menghadirkan Mbah Sempok (pakaian oranye), tersangka aborsi, saat ekspose pada Selasa, 8/5/2018. | Edo Fratama/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Suminem alias Mbah Sempok (71), tersangka aborsi, memasang tarif sekitar Rp1,5 juta-Rp2 juta bagi perempuan yang hendak menggugurkan kandungan. Para pasien aborsi yang menggunakan jasanya berasal dari berbagai kalangan, mulai pekerja kantoran hingga mahasiswi.

“Kebanyakan mahasiswi, tapi ada juga karyawan dan wanita biasa. Tarif untuk aborsi sekitar Rp1,5 juta-Rp2 juta, tergantung usia kandungan,” kata dia saat ekspose di Mapolresta Bandar Lampung, Selasa, 8/5/2018.

Warga Jalan Imam Bonjol, Gang Sejahtera, Kemiling, itu mengatakan, janin yang digugurkan rerata berusia 2-3 bulan. Setelah digugurkan, bakal bayi yang tak bernyawa itu diberikan kepada pasien untuk dikubur sendiri. “Biasanya, kalau mau aborsi, saya minta pasien bawa obat merek Sopros Misoprostol serta merek Gastrul,” ujarnya.

Mbak Sempok ditangkap polisi yang sedang menyamar di rumahnya, beberapa waktu lalu. Saat itu, tersangka sedang melakukan aborsi terhadap seorang perempuan muda. Dalam penangkapan tersebut, polisi menyita beberapa barang bukti, di antaranya tiga pakaian dalam yang terdapat bercak darah.(*)

Baca juga Terima Aborsi, Mbah Sempok Dibekuk Polisi Menyamar di Kemiling

Laporan Edo Fratama 


Komentar

Komentar

Check Also

Sekretaris Jampidsus: 132 PNS di Lampung Terlibat Korupsi

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Sebanyak 132 pegawai negeri sipil (PNS) di Provinsi Lampung terlibat kasus korupsi. Mereka …