CITIZEN REPORTER: Scooter, Fasilitas Baru Penolong Jemaah Haji-Umrah


 

ADMI SYARIF (3 dari kanan) dan keluarga menunggangi scooter di Masjidil Haram | ist

Laporan Dr Eng Admi Syarif

  • Dosen FMIPA Universitas Lampung
  • Langsung dari Mekkah, Arab Saudi untuk duajurai.co

JUMLAH calon jemaah yang mendaftar haji terus meningkat setiap tahun. Keterbatasan kuota yang diberikan pemerintah Arab Saudi kepada jemaah haji Indonesia, membuat waktu tunggu untuk dapat berangkat ke Tanah Suci mencapai 17 tahun.

Kondisi demikian membuat banyak umat Islam yang memilih ibadah umrah sebagai alternatif. Selain tidak harus menunggu lama, umrah juga memiliki ragam pilihan biaya serta waktu yang lebih singkat ketimbang ibadah haji.

Tidak heran, puluhan ribu jemaah Indonesia setiap harinya tiba di Mekkah dan Madinah untuk melaksanakan umrah.

Salah satu rukun umrah/haji adalah tawaf dan sai. Keduanya merupakan ibadah yang cukup melelahkan secara fisik. Dibutuhkan waktu hampir tiga jam untuk mengeliling Kakbah sebanyak 7 kali dan sai (berjalan kaki dari Bukit Safa ke Bukit Marwa, dan sebaliknya, dengat masing-masing berjarak sekira 450 meter) juga sebanyak 7 kali.

Selama ini, banyak jemaah yang memiliki keterbatasan fisik memilih menggunakan kursi roda. Untuk mendorong kuris roda, mereka biasanya memakai jasa warga Indonesia atau Arab.

Namun, layanan ini terbilang cukup mahal. Selain itu, berdasar pengalaman saya pada musim haji bebarapa tahun lalu, jemaah harus memesannya jauh hari, terutama pada musim haji atau musim umrah yang ramai.

Kini ada kabar gembira bagi jemaah haji dan umrah. Pemerintah Saudi menyiapkan banyak scooter (motor) elektronik beroda tiga di Masjidil Haram, Mekkah. Motor ini dapat digunakan oleh jemaah yang memiliki keterbatasan fisik atau berusia lanjut untuk melaksanakan tawaf dan sai.

Ada dua jenis scooter yang disewakan kepada jemaah. Jenis pertama dengan kapasitas maksimum 2 orang disewakan dengan tarif 100 SR (1 SR setara Rp3.800). Sedangkan jenis kedua yang dapat ditumpangi tiga orang, diisewakan 200 SR.

Menurut pemimpin jemaah umrah dari Tanem Travel, Aldo, motor ini sudah digunakan sejak beberapa bulan lalu. Namun, masih banyak jemaah yang belum tahu.

Tentu saja adanya scooter ini sangat membantu. Biayanyan pun lebih murah ketimbang menggunakan kursi roda. Sebagai pembanding, untuk jasa mendorong kursi roda saat tawaf dan sai dikenakana tarif 300 SR untuk satu orang atau sekitar Rp115 ribu.

Hari ini, saja saya menyewa 3 scooter untuk 9 jemaah rombongan saya. Saya menyewanya terutama untuk ditumpangi kedua orangtua yang terkendala fisik karena lanjut usia. Saya sangat merasakan manfaatnya. Selain bisa tawaf dan sai bersama orangtua, biaya yang dikeluarkan pun relatif murah.

Motor listrik ini memang dibuat untuk mudah dikendarai dengan kecapatan maksimun 10 kilometer per jam. Di Masjidil Haram, scooter ini digunakan di lantai 3 dan 4.

Tidak ada batasan waktu penggunaannya. Dengan begitu, jemaah bisa istirahat untuk salat sunnah atau minum air zamzam yang tersedia sepanjang perlintasan.

Saya menanyakan soal keabsahan penggunaan scooter ini dalam konteks rukun haji kepada Ustaz Abdullah, warga Mekkah. Menurutnya, setiap kebijakan di Masjidil Haram pasti sudah dikaji oleh ulama-ulama besar yang paham soal sahnya rukun dan wajib ibadah umrah dan haji. Jadi para jemaah tidak perlu ragu.

Semoga informasi ini dapat membantu jemaah umrah dan haji dari Indonesia, khususnya Lampung, yang memiliki keterbatasan fisik. Adanya scooter memberikan kemudahan sehingga dapat tenang beribadah dan pada akhirnya menjadi haji yang mabrur.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

OPINI ANDI DESFIANDI: Indonesia di Tengah Pusaran Perang Ekonomi Dunia

Dr Andi Desfiandi SE MA | Ketua Yayasan Alfian Husin, Ketua Bravo 5 Lampung KENAIKAN …