Soal Pelecehan Mahasiswi, NasDem Minta Unila Tanggung Jawab


Gedung Rektorat Unila | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Partai NasDem Lampung meminta pihak Universitas Lampung (Unila) tanggung jawab terkait dugaan pelecehan seksual terhadap salah seorang mahasiswi. Bentuk tanggung jawab dimaksud, yakni menciptakan lingkungan yang aman dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan.

“Pihak Unila harus menjadikan lingkungan kampus sebagai lingkungan yang aman, dan bebas dari segala bentuk kekerasan terhadap perempuan. Kami juga mendesak DPRD Lampung segera mengesahkan RUU Penghapusan Kekerasan Seksual,” kata Vonny Reyneta, Wakil Ketua Partai NasDem Lampung Bidang Perempuan dan anak, dalam surat elektronik yang diterima duajurai.co, Sabtu, 28/4/2018.

Selain itu, lanjut dia, pihaknya juga mendorong Polda Lampung mengusut tuntas kasus tersebut. Caranya, dengan melaksanakan sistem peradilan pidana terpadu bagi perempuan korban kekerasan yang cepat, transparan, serta berperspektif HAM dan gender.

“Kasus ini menunjukkan bahwa perempuan masih rentan terhadap tindak kekerasan, khususnya kekerasan seksual. Pelaku dan korban kekerasan juga dapat terjadi di lingkungan kampus yang notabene berisi orang-orang berpendidikan tinggi dan terlihat ‘aman’,” ujarnya.

Seorang mahasiswi Unila melaporkan dugaan pelecehan seksual ke Polda Lampung, Selasa lalu, 24 April 2018. Korban mengaku beberapa kali dilecehkan dosennya. Perbuatan tak senonoh itu terjadi di ruangan saat bimbingan skripsi. Dalam melakukan aksinya, sang dosen mengancam korban tidak dapat menyelesaikan skripsinya apabila menceritakan dugaan pelecehan tersebut kepada orang lain.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Savero Lukianto Wakili Lampung Ikuti Training Center IJSO di Qatar

BANDAR LAMPUNGT, duajurai.co – Siswa SMP Xaverius 1 Bandar Lampung Savero Lukianto Chandra (14) menjadi …