Debat II Pilgub, Herman HN Sindir Kantor Gubernur Belum Ada Pelayanan Disabilitas


SUASANA Debat Publik II Pilgub Lampung di Hotel Novotel, Sabtu malam, 28/4/2018. | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Debat Publik II Pilgub Lampung diwarnai aksi saling sindir antara paslon nomor urut dua Herman HN-Sutono dengan paslon nomor urut satu yang notabene petahana, M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri. Acara debat berlangsung di Ballroom Hotel Novotel, Bandar Lampung, Sabtu malam, 28/4/2018.

Saat itu, moderator debat Budisantoso Budiman melemparkan pertanyaan dari dewan pakar mengenai pelayanan bagi para disabilitas di Lampung. Setelah menyampaikan bagaimana caranya dan apa saja yang perlu ditingkatkan untuk memberikan pelayanan kepada para disabilitas, Herman menyindir bahwa di kantor gubernur belum memiliki pelayanan khusus disabilitas.

“Saya lihat di kantor gubernur belum ada. Di Kantor Pemkot (Bandar Lampung) sudah ada itu (tempat pelayanan khusus disabilitas),” kata Herman.

Menurut Wali Kota Bandar Lampung nonaktif itu, pemerintah mestinya tidak membedakan orang cacat dengan orang normal. Akan tetapi, dari sisi pelayanan, pemerintah harus memahami bahwa mereka memerlukan perlakuan khusus. “Nanti, kalau kami jadi gubernur akan kami buat (pelayanan khusus penyandang disabilitas),” ujarnya.

Menanggapi hal tersebut, Ridho mengatakan, pihaknya tidak mau membeda-bedakan antara disabilitas dan orang normal pada umumnya. Karena itu, pihaknya tak melihat penyandang disabilitas sebagai orang cacat.

“Tapi, kami melihat mereka sebagai orang normal. Kami ingin pelayanan ini setara untuk semua masyarakat Lampung, yaitu pelayanan terbaik,” kata dia.

Bachtiar menambahkan, pihaknya memiliki komitmen untuk memberikan pelayanan maksimal, baik itu untuk para penyandang disabilitas maupun masyarakat pada umumnya. “Kalau ada kesempatan, akan kami perbaiki kekurangan itu,” ujarnya.(*)

Baca juga Bila Terpilih, Herman HN: Kami Terapkan Pendidikan Gratis Tanpa Tes

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Disebut Serahkan Rp200 Juta Jadi Komisioner KPU Lampung, Esti: Saya Tidak Tahu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Komisioner KPU Provinsi Lampung Esti Nur Fathonah menanggapi pemberitaan yang menyebut dirinya menyerahkan …