Buku “Sepotong Surga di Kaki Pesagi” Diluncurkan 2 Mei di Liwa


COVER Buku Sepotong Surga di Kaki Pesagi | ist

LIWA, duajurai.co – Buku “Sepotong Surga di Kaki Pesagi” karya para pemenang Lomba Menulis Pesona Lampung Barat akan diluncurkan pada Rabu, 2 Mei 2018. Peluncuran bertepatan dengan hajatan Jambore Literasi se-Lampung di Liwa, Lampung Barat (Lambar).,

Bupati Lambar Parosil Mabsus mengapresiasi buku yang diterbitkan Pustaka LaBRAK dan Forum Literasi Lampung Barat (FLLB) ini. Buku ini menurutnya, merupakan wujud dari penerapan nilai-nilai Beguai Jejama dalam berliterasi di Lambar.

“FLLB menangkap dan mengisi ruang tersebut guna membatu pemerintah mewujudkan cita-cita bersama pendidikan hebat ala PM ‘Lambar Kabupaten Literasi’,” kata Parosil dalam rilis yang diterima duajurai.co.

Untuk mempercepat proses ke arah itu, terus Parosil, Pemkab Lambar telah melahirkan peraturan bupati soal literasi yang  kelak menjadi panduan dalam mewujudkan hal tersebut.

“Harapan saya, ke depan, dinas, legislatif, dan semua pihak terkait wajib menjadikan literasi sebagai agenda kerja. Kami memulai  hal tersebut dengan pencanangan Lambar sebagai kabupaten literasi dan menjadikan donasi buku sebagai agenda rutin bupati beserta jajaran,” ujarnya.

Menurut Bapati, saat ini buah dari penerapan nilai-nilai Beguai Jejama dalam berliterasi mulai terlihat. Berkembangnya wacana dan hidupnya diskusi mengenai literasi di tatanan rakyat, munculnya berbagai macam kelembagaan literasi (komunitas, organisasi, dan lain-lain), pelaksanaan berbagai acara/kegiatan  literasi , dan peresmian fasilitas atau taman baca di sejumlah tempat menjadi bukti nyata dialektika kemajuan literasi Lambar.

Sastrawan Udo Z Karzi menjelaskan, buku Sepotong Surga di Kaki Pesagi yang ia sunting merupakan kumpulan tulisan para pemenang Lomba Menulis Pesona Lampung Barat yang diselenggarakan FLLB.

Tampil sebagai juara pertama lomba Christian Heru Cahyo Saputro dengan karyanya Serpihan Surga di Bumi Beguai Jejama. Selanjutnya pemenang II Mahdalena dengan karya Koralaba Menembus Asa, dan pemenang III Ande Larista Simatupang dengan karya The Name is Hamtebiu Not ‘Hantu’biu.

Sementara juara harapan I, II, dan III, secara berurut diraih Renzi Saputra dengan karya Nyambai: Seni Pertunjukan Kerakyatan di Bumi Sekala Brak, Asis Budi Santoso dengan Menggagas Konsep Agrowisata Lampung Barat, dan Eni Muslihah dengan karya Senja di Kebun Raya Liwa hingga Nyeruput Kopi Luwak.

“Enam pemenang kemudian ditambah dengan 20 karya terpilih dihimpun dalam buku ini. Meskipun tak bisa menggambarkan seluruh realitas keindahan Bumi Sekala Brak, paling tidak buku ini bisa memberikan gambaran yang lebih baik tentang pesona ‘surga’ bernama Lampung Barat,” ujar Udo.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

Malam Tahun Baru, Hotel Sheraton Lampung Beri Paket Menginap

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Hotel Sheraton di Jalan Wolter Monginsidi, Bandar Lampung, memberikan paket menginap pada malam …