Maknai Hari Kartini, Upi Fitriyanti Ingin Terus Berbagi Manfaat


Asisten Ombudsman Lampung Upi Fitriyanti | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Asisten Ombudsman Lampung Upi Fitriyanti memiliki pandangan tersendiri dalam memaknai Hari Kartini, hari ini, Sabtu, 21/4/2018. Bagi Ketua Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Lampung itu, setiap perempuan mesti memiliki semangat sebagai ibu pembelajar dan semangat berbagi manfaat kepada sesama kaumnya.

“Seperti perjuangan Kartini, maka para perempuan masa kini harus berpendidikan tinggi. Itu modal utama merawat generasi,” kata Upi kepada duajurai.co melalui pesan elektronik.

Dia mengatakan, apa yang dilakukannya saat ini bukan untuk orang lain, tapi juga untuk dirinya sendiri. Saat Upik memutuskan untuk mengabdikan diri bagi para perempuan menyusui, maka sesungguhnya ia sedang berbagi manfaat untuk diri sendiri. “Alasan saya terus berbuat karena saya ingin berbagi manfaat,” ujarnya.

Perempuan, lanjutnya, selalu diidentikan dengan peran ganda, yaitu publik dan domestik. Untuk ranah publik selalu diidentikan dengan istilah ibu bekerja. Sedangkan diranah domestik kerap disamakan dengan ibu rumah tangga.

“Hal ini yang kadang menurut saya kurang tepat. Peran perempuan itu sejatinya tiga, yaitu saat menjadi anak perempuan, saat menjadi istri dan ibu, serta saat menjadi anggota masyarakat,” kata dia.

Menurutnya, tak mudah menjalankan peran tersebut jika tidak dibangun support system-nya. Contoh, saat menjadi anak perempuan, maka masih menjadi tanggung jawab ayahnya secara penuh. Bila tidak ada dukungan dari ayah untuk anak perempuan berkiprah, maka akan sulit mengembangkan diri.

Begitupun saat menjadi istri atau ibu, maka suami menjadi penanggungjawab penuh. Butuh dukungan dari suami untuk bisa melakukan peran-peran tersebut. Sehingga, bisa sampai menjalankan peran sebagai anggota masyarakat dengan memberikan sumbangsih bagi umat dan bangsa.

“Jadi, intinya bapak saya dan suami adalah pendukung saya dalam berproses selama ini, selain ibu,” ujarnya.

Upi mengaku tak banyak yang ingin dikejar ke depan. Dia hanya ingin terus memiliki semangat untuk terus menjadi ibu pembelajar. Ada sebuah kebanggaan dan keharuan tersendiri saat bisa membantu para ibu yang memiliki kendala menyusui. Namun demikian, AIMI Lampung tidak bisa bekerja sendiri tanpa supporting system lainnya.

“Kami masih kesulitan membagi waktu ketika banyak klien minta home visit. Kendalanya, sebagian besar sumber daya manusia (SDM) juga memiliki aktivitas yang padat, sehingga sulit mengatur waktunya. Harapannya, ke depan fasilitas kesehatan (faskes) dan tenaga kesehatam (nakes) dapat membantu memberikan informasi dan edukasi serta pendampingan tentang menyusui,” ucap Upi.(*)

Baca juga Hari Kartini, Karina Lin: Perempuan Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Gairahkan Iklim Usaha, Nanang Minta Masukan Kadin Lampung Selatan

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Lampung Selatan Nanang Ermanto akan memberikan ruang yang seluas-luasnya …