Hari Kartini, Karin: Perempuan Harus Berani Keluar dari Zona Nyaman


Karina Lin | Imelda Astari/duajurai.co

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Penulis Lampung Karina Lin memaknai Hari Kartini dengan terus belajar. Baginya, perempuan penerus Kartini masa kini harus berani keluar dari zona nyaman dan mengejar cita-cita sampai dapat.

“Saya suka menulis. Dengan menulis bisa bebagi bermacam ide. Bisa ngomong macam-macam. Oh ya, manusia diciptakan Tuhan lalu dilahirkan pasti kan ada maksudnya. Disitulah kita harus memahami. Maksimalkan hidup dengan hal-hal positif,” kata Karina kepada duajurai.co via WhatsApp, Sabtu, 21/4/2018.

Perempuan yang akrab disapa Karin itu belum lama mengeluarkan buku ‘Lampungisme’. Ia hidup sendiri sejak kedua orang tuanya lebih dahulu menghadap Sang Maha Kuasa. Karin juga seorang penyintas lupus. Ia pernah koma selama dua pekan. Namun, Karin berhasil melewati masa kritis karena kemauan hidupnya tinggi. Kini, perempuan keturunan Tionghoa itu bisa menjalani aktivitas meski ‘dibantu’ belasan butir obat setiap hari.

Karin ingin tetap berbuat sesuatu. Ia aktif menulis di surat kabar dalam rubrik opini. Masih banyak hal yang ingin dikejarnya, antara lain lanjut sekolah, remisi lupus, dan menulis buku lagi. “Intinya mengaplikasikan yang saya miliki untuk kehidupan ini,” ujarnya.

Tak lupa, anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI) Kota Bandar Lampung itu juga mengajak para perempuan lain agar mengejar apapun harapan dan cita-cita. “Tak ada harapan atau cita yang tak mampu dikejar selama kamu percaya kamu atau mampu. Believe yourself and be yourself,” ucap Karin.(*)

Baca juga Makna Hari Kartini Bagi Penulis Lampung Fitri Restiana

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Beroperasi Hari Ini, Tiket Angkutan Terusan Stasiun Tanjungkarang-Gambir Dibanderol Rp400 Ribu

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Angkutan terusan Stasiun Kereta Api Tanjungkarang-Stasiun Gambir mulai beroperasi hari ini, Jumat, 14/12/2018. …