Grup “Wonder Woman”, Wujud Kartini Masa Kini di Lampung


ANGGOTA Grup “Wonder Woman” foto bersama Pemred duajurai.co Juwendra Asdiansyah (pakai peci) di Kantor duajurai.co, beberapa waktu lalu. | ist

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Momen Hari Kartini menjadi spesial bagi para wanita Indonesia, termasuk di Lampung. Kartini-kartini masa kini telah bermunculan. Ada yang berperan sebagai pejabat publik, pengusaha, aktivis, dan banyak lagi profesi dan posisi yang ‘dikuasai’ para perempuan.

Sekelompok perempuan yang tergabung dalam grup “Wonder Woman” ini mungkin menjadi salah satu wujud Kartini masa kini. Mereka berasal dari berbagai latar belakang, di antaranya penulis, aktivis, jurnalis, mahasiswi dan lain-lain. Bisa dibilang, mereka adalah ‘orang biasa’ yang melakukan hal-hal luar biasa.

Berawal dari acara diskusi dan bedah buku Lampungisme karya Karina Lin yang diinisiasi duajurai.co, mereka akhirnya saling mengenal dan tergabung dalam sebuah grup WhatsApp. Dari situlah, obrolan-obrolan inspiratif dan berbagai ide kreatif muncul.

Pada edisi Hari Kartini ini, duajurai.co merangkum dari beberapa perwakilan anggota grup, bagaimana para perempuan ‘tangguh’ tersebut memaknai Hari Kartini.

Bagi Sutarti, relawan Komunitas Mutiara Independen Lampung (Komil), memaknai Hari Kartini adalah dengan menjadi “wonder woman” untuk keluarga, terutama anak-anak dan lingkungan sekitar.

Menurut Karina Lin, seorang penulis yang juga penyintas Lupus, memaknai Hari Kartini tak perlu pakai kebaya. “Perempuan bisa melakukan apapun, termasuk hal besar. Yang terpenting adalah percaya dari dalam hati. Percaya dan kemudian dilakukan. Kemudian, mengingatkan kembali mengenai pentingnya be yourself,” ujarnya.

Fitri Restiana, penulis dan blogger di Lampung, mengatakan, Kartini adalah satu dari sekian banyaknya perempuan tangguh yang dimiliki Indonesia. Dia merupakan simbol perjuangan bagaimana memaknai arti pembebasan, tradisi, nilai, dan semangat pembaruan.

“Energi dan pemikirannya dituangkan ke dalam tulisan yang pada akhirnya menjadi warisan konstruktif dalam pengembangan potensi perempuan di tanah air, baik secara individu maupun kolektif,” kata Fitri.

Bagi Nita Susanti, aktivis Giving Friday yang juga pengurus Orang Indonesia (OI) Bandar Lampung, memaknai Hari Kartini dengan merefleksikan cita-cita Kartini. Kemudian, melanjutkan perjuangannya pada masa kini.

Sementara, Asisten Ombudsman Lampung Upi Fitriyanti memaknai Hari Kartini dengan lahirnya spirit baru untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga, umat, dan bangsa.(*)

Laporan Imelda Astari


Komentar

Komentar

Check Also

Tangani Covid-19, Nanang Minta Dinas Kesehatan Lamsel Fokus 3 Kecamatan

KALIANDA, duajurai.co – Bupati Nanang Ermanto meminta Dinas Kesehatan Lampung Selatan untuk berkonsentrasi di tiga …