Monitor Pelaksanaan UN, Ini Temuan Ombudsman Lampung


OMBUDSMAN Lampung (kiri) berdialog dengan guru terkait pelaksanaan UN, beberapa waktu lalu. | Ombudsman Lampung

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Tim Monitoring Ujian Nasional (UN) Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Lampung mendapati beberapa temuan dalam pelaksanaan UN tingkat SMK dan SMA/MA. Pengawasan tersebut berlangsung beberapa waktu lalu.

Kepala Ombudsman Lampung Nur Rakhman Yusuf melalui keterangan tertulisnya, Jumat, 13/4/2018, mengatakan, hal-hal yang ditemukan, antara lain pengawas membawa alat komunikasi ke dalam ruangan ujian, denah tempat duduk siswa tidak disertai foto, dan waktu pelaksanaan UN tidak sesuai dengan jadwal.

Kemudian, atribut siswa tidak lengkap, jarak antarsiswa yang terlalu dekat sehingga bisa melihat monitor satu sama lain, satu pengawas mengawasi lebih dari 20 peserta ujian. Semuan temuan tersebut tidak sesuai dengan Prosedur Operasional Standar (POS) Penyelanggaraan UN. “Kami juga menemukan pengawas yang mengawasi ujian dengan mata pelajaran yang diajarkan,” kata dia.

Selain hal tersebut, lanjutnya, Ombudsman juga menemukan beberapa kendala pelaksanaan ujian. Misal, sekolah tidak menyediakan genset, sekolah yang terkesan memaksakan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK), keterlambatan akibat gangguan jaringan, hujan yang membuat atap ruang ujian bocor. “Sehingga, berdampak terhadap siswa yang mengikuti UNBK,” ujarnya.

Untuk itu, Nur meminta penyelenggara UN lebih cermat dalam memahami aturan. Termasuk soal sosialisasi POS UN, apa saja yang menjadi pelanggaran berat, sedang, dan ringan diharapkan tidak terjadi lagi.

“Ternyata, dari sampel yang dimonitor langsung oleh Ombudsman, panitia UN tingkat sekolah belum paham terkait POS UN. Besar kemungkinan sosialisasi POS UN kurang maksimal, dan sekolah tidak memahami POS UN itu sendiri,” kata dia.

Sebelumnya, Ombudsman Lampung mengawasi pelaksanaan UN di enam SMK di Kabupaten Pesawaran, Pringsewu dan Lampung Selatan. Kemudian, empat SMA dan dua MAN di Kota Metro dan Kabupaten Lampung Timur. Sekolah tersebut di antaranya SMKN 1 Gedong Tatatan, SMK Pelita Tataan, SMKN 1 Gading Rejo, SMK Yapema Gading Rejo, dan SMK Swadhipa 1 Natar. Kemudian, SMK Mutiara 1 Natar, MAN 1 Metro, SMAN 5 Metro, SMAN 6 Metro, MAN 1 Lamtim, SMAN 1 Batanghari, SMAN 1 Kibang.(*)


Komentar

Komentar

Check Also

IKA Unpad Lampung Sambut Baik Digital Innovation Summit 2018

BANDAR LAMPUNG, duajurai.co – Ikatan Keluarga Alumni Universitas Padjadjaran (IKA Unpad) Komisariat Daerah (Komda) Lampung …